banner 728x250

RSUD Anuntaloko Respons Keluhan Warga Selama Lima Tahun

RSUD Anuntaloko Respons Keluhan Warga Selama Lima Tahun
RSUD Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, akan merelokasi ruang pemulasaraan jenazah sebagai respons atas keluhan masyarakat sekitar selama lima tahun. FOTO: IST

PARIMO, LENSA JURNAL Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, telah menyiapkan relokasi ruang pemulasaraan jenazah ke lokasi baru yang tidak berbatasan langsung dengan permukiman warga.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan, SKM, M.Kes, mengatakan langkah ini dilakukan untuk merespons keluhan masyarakat yang selama sekitar lima tahun merasa khawatir dengan keberadaan fasilitas tersebut. Menurutnya, meski bangunan ruang pemulasaraan telah dilengkapi pagar pembatas yang tinggi, namun lokasinya yang berdekatan dengan permukiman tetap menimbulkan kekhawatiran.

banner 728x250

“Warga sudah sekitar lima tahun menyampaikan keluhan karena merasa khawatir dengan keberadaan ruang pemulasaraan jenazah, meskipun bangunan tersebut telah dilengkapi tembok pagar yang tinggi,” ujar Irwan saat ditemui, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan, ruang pemulasaraan jenazah merupakan fasilitas yang wajib dimiliki rumah sakit. Namun, penempatan fasilitas tersebut perlu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

Sebagai bentuk tindak lanjut terhadap aspirasi warga, manajemen RSUD Anuntaloko memilih tidak mengoperasikan fasilitas di lokasi lama. Saat ini, kata dia, rumah sakit tengah menyiapkan lokasi baru yang dinilai lebih representatif untuk mendukung pelayanan pemulasaraan jenazah.

Irwan menerangkan bahwa penentuan lokasi baru tetap mempertimbangkan kenyamanan pasien dan keluarga. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak boleh berada terlalu dekat dengan ruang perawatan karena berpotensi mengganggu kenyamanan pasien yang sedang menjalani pengobatan.

“Kalau lokasinya terlalu dekat dengan ruang perawatan, pasien juga bisa merasa tidak nyaman. Karena itu kami mencari lokasi yang benar-benar tepat,” katanya.

Setelah ruang pemulasaraan dipindahkan, bangunan lama akan dialihfungsikan untuk kebutuhan penunjang rumah sakit. Rencananya bangunan tersebut nantinya dapat digunakan sebagai gudang atau fasilitas operasional lainnya sesuai kebutuhan.

Irwan berharap relokasi ini dapat menjadi solusi atas keluhan masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pelayanan pemulasaraan jenazah tetap terpenuhi. Dengan lokasi yang lebih sesuai, pelayanan rumah sakit diharapkan dapat berjalan tanpa menimbulkan keresahan bagi lingkungan sekitar.

“Pembenahan ini juga menjadi bagian dari upaya RSUD Anuntaloko menciptakan kawasan rumah sakit yang lebih nyaman bagi pasien, keluarga, tenaga kesehatan, dan masyarakat di sekitar rumah sakit,” pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *