banner 728x250

Warga Jono Kalora Tak Lagi Jauh Mengambil Air Bersih

Warga Jono Kalora Tak Lagi Jauh Mengambil Air Bersih
Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sulteng, Rachmat Syah Tawainella (kiri) didampingi Pemdes Jono Kalora saat meresmikan sarana air bersih, Kamis (20/8/2026). FOTO: Aid Lumpati/Lensajurnal

PARIMO, LENSA JURNAL Sebanyak 19 Kepala Keluarga (KK) di Dusun I Desa Jono Kalora, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, kini memiliki akses sarana air bersih yang lebih dekat.

Fasilitas tersebut direalisasikan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) Anggota Komisi II DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, Rachmat Syah Tawainella yang akrab disapa RST.

banner 728x250

“Pembangunan sarana ini sebagai tindak lanjut atas aspirasi warga yang terus-menerus kesulitan memperoleh sumber air bersih yang dekat dan mudah diakses,” ujar RST saat meresmikan sarana air bersih di Desa Jono Kalora, Kamis (20/8/2026).

RST mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menjadi prioritas masyarakat Jono Kalora. Persoalan tersebut semakin terasa ketika terjadi banjir, karena warga selama ini masih bergantung pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Desa Parigimpu’u, Kecamatan Parigi Barat.

Ia berharap, sarana yang telah dibangun dapat digunakan dalam jangka panjang dan mampu memenuhi kebutuhan warga. Ia meminta masyarakat untuk ikut menjaga serta merawat fasilitas tersebut agar tetap berfungsi dengan baik.

“Sebelum diresmikan, saya lebih dulu memastikan kepada pihak pelaksana agar sarana air bersih ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang, dengan suplai air yang mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga,” ungkap RST.

Sementara dikesempatan yang sama, Kepala Desa Jono Kalora, Dula B. Labake menyampaikan apresiasi kepada RST yang telah membantu merealisasikan kebutuhan air bersih bagi masyarakatnya.

Ia mengatakan, pemerintah desa sebelumnya telah berupaya mengusulkan pembangunan sarana air bersih kepada DPRD maupun pemerintah daerah, namun belum terealisasi hingga mendapat dukungan melalui Pokir RST.

“Air bersih ini sangat kami harapkan dan butuhkan. Masyarakat di sini sangat senang dengan adanya sarana air bersih yang lebih dekat seperti ini,” kata Dula.

Menurutnya, selama ini warga Jono Kalora menggunakan SPAM Desa Parigimpu’u untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti memasak dan mandi. Namun, keterbatasan debit menyebabkan kebutuhan air belum terpenuhi secara optimal.

“Bukan hanya kami yang menggunakan SPAM, tetapi juga dimanfaatkan masyarakat dari wilayah lain, sehingga pasokan air semakin terbatas,” ungkapnya.

Akibat kondisi itu, lanjut Dula, membuat sebagian warganya terpaksa mengambil air hingga ke Desa Lebo, Kecamatan Parigi. Menurutnya dengan menempuh jarak yang cukup jauh tentu menjadi kendala, terutama ketika warga menggelar hajatan atau kegiatan lain yang membutuhkan air dalam jumlah banyak.

“Ini menjadi kendala tersendiri bagi kami, terutama ketika masyarakat menggelar hajatan atau kegiatan lain yang membutuhkan air dalam jumlah banyak,” tuturnya.

Dula menjelaskan, sarana air bersih melalui Pokir tersebut saat ini telah memenuhi kebutuhan 19 KK di Dusun I. Warga lainnya juga dapat mengambil air secara langsung dari titik sarana yang telah dibangun.

Ia berharap, ke depan terdapat penambahan fasilitas maupun kapasitas layanan agar semakin banyak warga yang dapat menikmati akses air bersih.

“Kami berharap ke depan ada penambahan lagi. Karena kalau hanya mengharapkan SPAM Desa Parigimpu’u, kebutuhan masyarakat masih belum bisa terpenuhi,” pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *