banner 728x250

Faisan Badja Tekankan Seleksi Atlet Futsal Harus Objektif

Faisan Badja Tekankan Seleksi Atlet Futsal Harus Objektif
Ketua KONI Parigi Moutong Faisan Badja saat memberikan sambutan sekaligus menutup dengan resmi kejuaraan Ormas Oi Ramadan Futsal Turnamen di Lapangan Toraranga Parigi, Ahad (8/3/2026) malam. Foto: Aid Lumpati/Lensajurnal

PARIMO, LENSA JURNAL Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Faisan Badja menegaskan bahwa berbagai pelaksanaan kegiatan olahraga, termasuk turnamen futsal, akan terus berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikannya saat menutup kejuaraan Ormas Oi Ramadan Futsal Turnamen di Lapangan Toraranga Parigi, Ahad (8/3/2026) malam.

banner 728x250

“Upaya ini sejalan dengan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah, yang akan digelar di Kabupaten Morowali pada November mendatang,” ungkap Faisan.

Ia menjelaskan, kegiatan turnamen seperti ini menjadi salah satu ajang penting untuk menyaring atlet-atlet berprestasi yang nantinya akan membawa nama daerah. Karena itu, ia berharap kepada para pengurus cabang olahraga termasuk futsal, dapat melakukan seleksi atlet secara objektif.

Faisan menegaskan bahwa pemilihan atlet yang akan mewakili Kabupaten Parigi Moutong harus dilakukan melalui proses seleksi yang sesuai aturan, bukan berdasarkan hubungan kedekatan. Dengan begitu, akan lahir atlet-atlet putra daerah terbaik yang memenuhi regulasi tahun kelahiran sebagaimana yang telah ditetapkan oleh KONI Provinsi Sulawesi Tengah.

“Saya berharap pengurus futsal memilih atlet bukan karena hubungan kedekatan, tetapi melalui seleksi yang sesuai aturan. Agar lahir atlet-atlet terbaik dari daerah,” tegas Faisan.

Ia pun menambahkan bahwa tujuan utama KONI adalah mencari dan membina bibit-bibit atlet potensial di setiap daerah. Untuk itu, Faisan berharap, ke depan, dapat kembali dilaksanakan turnamen futsal usia dini.

Menurutnya, kegiatan tersebut sangat penting sebagai wadah pembinaan bagi anak-anak agar potensi atlet dapat dikembangkan sejak usia muda. Termasuk, untuk menjaga regenerasi di masa mendatang. Ia juga menilai bahwa turnamen futsal lebih dari sekadar kompetisi, melainkan wadah mempererat silaturahmi serta membangun hubungan persaudaraan di antara generasi muda.

“Turnamen futsal usia dini sangat penting untuk kembali digelar, agar pembinaan atlet bisa dimulai sejak anak-anak,” katanya.

Terkait fasilitas, Faisan menyampaikan bahwa KONI terus berupaya melengkapi berbagai kekurangan yang masih ada di Lapangan Futsal Toraranga Parigi, seperti penyediaan timer dan fasilitas lainnya.

Ia pun mengakui bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong, agar lapangan tersebut dapat diperbaiki pada tahun 2027. Perbaikan tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan berbagai event olahraga sehingga dapat berlangsung dengan baik, aman, dan nyaman bagi para atlet maupun penonton.

“Kami terus berupaya agar kekurangan fasilitas di lapangan futsal dapat dipenuhi. Insyaallah dapat terealisasi pada tahun 2027,” jelasnya.

Faisan kembali menegaskan bahwa dukungan terhadap pengembangan olahraga tidak hanya datang dari dirinya sebagai Ketua KONI. Ia berharap seluruh pecinta olahraga, khususnya futsal, dapat bersama-sama memberikan dukungan demi kemajuan olahraga di daerah.

Ia juga mengajak para pencinta futsal untuk bersatu menyuarakan kepada Pemerintah Daerah, khususnya kepada Bupati Parigi Moutong, agar lapangan futsal tersebut segera diperbaiki atau direhabilitasi. Perbaikannya meliputi pembenahan interlock serta penggantian lapisan dasar lapangan.

“Lapangan ini sudah dibangun sejak 2018, sehingga sudah wajar jika dilakukan perbaikan demi kenyamanan kegiatan olahraga,” katanya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa persoalan atap lapangan sebelumnya telah disampaikan kepada Pemerintah Daerah. Meski demikian, ia memastikan akan terus mengawal rencana perbaikan tersebut, termasuk pembenahan bagian samping lapangan agar terlindung dari angin, hujan, maupun panas.

“Mari kita bersama-sama menyuarakan kepada Pemerintah Daerah agar lapangan futsal ini dapat segera dibenahi,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Faisan Badja juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan terhadap kegiatan olahraga. Ia juga menyampaikan selamat kepada para finalis turnamen futsal Ramadhan. Dimana, juara pertama diraih oleh Bang Jabir FC, disusul Anak Bone FC sebagai juara dua, Oi Terminal Toboli FC di posisi ketiga, serta Boruto FC di peringkat keempat.

Faisan berharap para atlet dan tim yang telah berpartisipasi dapat terus meningkatkan latihan dan semangat berkompetisi. Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung setiap kegiatan olahraga di berbagai cabang olahraga di daerah tersebut.

“Selamat kepada para finalis dan teruslah berlatih. Saya akan selalu mendukung setiap kegiatan olahraga di semua cabang olahraga,” tutur Faisan.

Sementara, Wakil Ketua Asosiasi Futsal Kabupaten (AFKAB) Parigi Moutong, Fuad Gazali menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan penjaringan atlet futsal pada akhir Juni 2026, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali.

Ia menjelaskan bahwa proses penjaringan tersebut akan difokuskan pada pemain dengan tahun kelahiran 2006 dan 2007. Sebagaimana hal itu sesuai dengan regulasi usia yang akan diterapkan dalam ajang Porprov mendatang.

“Kami akan melakukan penjaringan atlet pada akhir Juni 2026, dengan fokus pada pemain kelahiran 2006 dan 2007,” ujar Fuad.

Ia pun mengakui, hingga saat ini pihaknya masih kekurangan atlet yang akan memperkuat tim futsal Kabupaten Parigi Moutong menghadapi Porprov di Morowali. Oleh karena itu, berbagai turnamen yang digelar di daerah dinilai menjadi momentum penting untuk menemukan pemain-pemain potensial.

Fuad juga berharap agar turnamen futsal yang akan digelar ke depan tidak hanya berorientasi pada kompetisi semata, tetapi juga diarahkan untuk pengembangan potensi atlet daerah.

Menurutnya, jika pembinaan dilakukan secara berkelanjutan melalui turnamen yang terarah, maka hal tersebut dapat menjadi upaya bersama dalam melahirkan atlet-atlet berprestasi di Kabupaten Parigi Moutong.

“Kami berharap turnamen yang digelar selanjutnya dapat difokuskan pada pengembangan potensi atlet daerah. Sehingga menjadi langkah bersama untuk melahirkan atlet berprestasi dari Parigi Moutong,” pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *