banner 728x250

Tagana Bergerak Cepat Padamkan Karhutla

Tagana Bergerak Cepat Padamkan Karhutla
Tagana Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, tengah berupaya memadamkan bara api karhutla yang masih menyala di Desa Uevolo dengan menggunakan alat manual, Ahad (8/2/2026). Foto: Dok. Tagana Parigi Moutong

PARIMO, LENSA JURNAL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Avolua Kecamatan Parigi Utara dan Desa Uevolo Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, hingga kini belum sepenuhnya padam.

Meski api di permukaan tampak hilang, namun bara masih menyala di bawah tanah gambut dan berpotensi kembali membesar. Kondisi ini memaksa petugas gabungan berjibaku dengan peralatan seadanya untuk melakukan pemadaman lanjutan.

banner 728x250

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial Kabupaten Parigi Moutong, Iwan mengatakan bahwa personelnya dikerahkan untuk membantu pemadaman di lokasi terdampak dengan perlengkapan manual. Seperti, tangki semprot pertanian atau knapsack sprayer.

“Kami terus berupaya untuk menjangkau titik-titik bara api yang tersembunyi di sela akar pohon dan kayu lapuk. Memang, api tidak terlihat di permukaan, tapi masih menyala di bawah tanah. Ini yang berbahaya, karena bisa muncul kembali kapan saja,” ujar Iwan saat ditemui di Posko Terpadu Kekeringan dan Karhutla Desa Toboli, Ahad (8/2/2026).

Ia juga menjelaskan karakteristik lahan kering bercampur gambut membuat api sulit dideteksi dan membutuhkan ketelitian ekstra dari petugas gabungan.

“Kami fokus pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Kalau tidak disiram sampai basah, bara bisa hidup lagi,” ungkapnya.

Selain itu, kata Iwan, petugas gabungan juga turut membersihkan ranting serta sisa kayu terbakar untuk membuka akses menuju pusat api, dengan melewati medan berbukit dan dipenuhi vegetasi kering.

“Ini menjadi tantangan serius dalam upaya pemadaman. Medannya cukup berat, ditambah peralatan yang terbatas. Tapi ini harus dilakukan untuk mencegah api agar tidak meluas,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan Tagana merupakan bentuk dukungan lintas sektor dalam penanganan darurat karhutla. Dengan fokus utama, untuk menahan agar api tidak kembali merambat ke kawasan hutan lebih luas maupun mendekati permukiman warga.

Ia pun menambahkan bahwa pihaknya bersama aparat dan relawan setempat, terus melakukan pemantauan intensif disejumlah lokasi kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Mengingat, musim kemarua masih mendominasi wilayah Parigi Moutong,” pungkasnya. (BI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *