banner 728x250

BPBD Parigi Moutong Tambah Personel Atasi Karhutla

BPBD Parigi Moutong Tambah Personel Atasi Karhutla
Tampak potret udara yang memperlihatkan areal hutan dan lahan di Desa Avolua Kecamatan Parigi Utara, hangus dilalap api, Senin (2//2/2026). Foto: Dok. BPBD Parigi Moutong

PARIMO, LENSA JURNAL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus mengintensifkan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda dua desa di Kecamatan Parigi Utara.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai menyampaikan bahwa pihaknya telah menambah jumlah personel dan peralatan di lokasi kebakaran untuk mempercepat proses pemadaman.

banner 728x250

Selain itu, pihak BPBD juga mendapatkan bantuan dua unit mobil tangki air dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Provinsi Sulawesi Tengah. Bantuan tersebut telah diterjunkan guna mendukung armada pemadam.

“Saat ini, tim Manggala Agni sudah turun ke lokasi untuk memperkuat upaya pemadaman. Kami juga meminta tambahan personel dari Tagana, TNI, dan Polri,” ujar Rivai melalui pesan tertulisnya, Kamis (5/2/2026) dini hari.

Ia menegaskan bahwa BPBD Parigi Moutong terus mengupayakan bantuan peralatan tambahan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), termasuk water bombing (metode pemadaman kebakaran) melalui udara, beserta Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) yang koordinasinya dilakukan bersama BMKG.

Sejak 30 Januari hingga 29 Februari 2026, BPBD Parigi Moutong telah menetapkan status siaga darurat karhutla dan kekeringan di seluruh wilayah Parigi Moutong. Termasuk, mendirikan posko terpadu penanganan karhutla dan kekeringan di Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara, sebagai pusat koordinasi operasi pemadaman.

Meskipun personel gabungan dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Damkar, TNI, Polri, Satpol PP, dan masyarakat sempat berhasil memadamkan api beberapa hari lalu, kobaran kembali muncul dan menyebar hingga ke Desa Euvolo serta kawasan pegunungan Desa Toboli.

“Hingga kini, petugas gabungan tengah berupaya memadamkan api di tiga desa tersebut, dengan titik yang cukup banyak,” pungkas Rivai. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *