banner 728x250

Warga Jono Kalora Alami Krisis Air Bersih

Warga Jono Kalora Alami Krisis Air Bersih
BPBD Parigi Moutong tengah mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Desa Jono Kalora Kecamatan Parigi Barat, Selasa (3/2/2026). Foto: Dok. BPBD Parigi Moutong

PARIMO, LENSA JURNAL – Kemarau panjang yang melanda wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menyebabkan krisis air bersih di Dusun 1, 2, dan 3 Desa Jono Kalora Kecamatan Parigi Barat.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Rivai menjelaskan bahwa kelangkaan air bersih di Desa Jono Kalora sebenarnya telah terjadi sejak tahun lalu. Namun, kondisi tersebut semakin diperparah oleh musim kemarau berkepanjangan yang berlangsung sejak awal Januari 2026.

banner 728x250

“Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah. Sebab, berdampak langsung pada pemenuhan kebutuhan dasar Masyarakat,” ujar Rivai di Parigi, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong, krisis air bersih dipicu oleh minimnya curah hujan.

Situasi ini pun mengakibatkan debit sejumlah sumber air yang selama ini dimanfaatkan warga, termasuk Sungai Jono Kalora, menyusut drastis bahkan hingga mengering.

“Saat ini, sumber air bersih yang biasanya digunakan untuk keperluan sehari-hari masyarakat, telah mengering,” ungkap Rivai.

Ia juga menyebutkan, berdasarkan laporan Pusdalops BPBD, sebanyak 421 Kepala Keluarga (KK) tercatat terdampak langsung oleh kondisi kekeringan tersebut.

Ia menerangkan bahwa sebelum adanya penanganan dari sejumlah pihak terkait, warga terpaksa mengambil air dari luar Desa Jono Kalora. Warga Dusun 3 harus menuju sumber air di Desa Lebo, sementara warga Dusun 2 mengambil air ke Desa Bambalemo. Sedangkan warga Dusun 1, terpaksa menuju Desa Baliara untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Menindaklanjuti kondisi itu, BPBD Parigi Moutong bersama aparat desa setempat segera melakukan asesmen dan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pendistribusian atau dropping air bersih menggunakan trailer tangki milik BPBD.

Rivai menyampaikan, dropping air bersih guna membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak kekeringan mulai dilaksanakan sejak Selasa (3/1/2026), dan masih terus berlangsung hingga kondisi dipastikan benar-benar membaik. Ia pun menuturkan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan upaya mitigasi di wilayah tersebut.

“Dengan kondisi kekeringan yang masih berlangsung, kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta menggunakan air secara bijak dan efisien. Terutama, selama musim kemarau masih terjadi,” pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *