banner 728x250

YPPBI Luncurkan Program MBG di Kecamatan Torue

YPPBI luncurkan Program MBG di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah, Senin, 12 Januari 2026. (dok.AL)

PARIMO, LENSA JURNAL Yayasan Pelita Prabu Berjaya Indonesia (YPPBI) resmi meluncurkan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Senin, 12 Januari 2026. Program ini menjadi bagian dari implementasi kebijakan nasional pemenuhan gizi bagi anak usia dini, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kegiatan peluncuran dihadiri Camat Torue, Kapolsek Torue, Danramil, Kepala Desa dan Sejumlah Kepala Sekolah serta dua anggota DPRD Parigi Moutong dari Daerah Pemilihan 5. Program MBG di Torue disiapkan melalui pembangunan dapur umum yang telah dirintis selama hampir satu tahun.

banner 728x250

Wakil Ketua Yayasan Pelita Prabu Berjaya Indonesia, Munafri, mengatakan gagasan MBG telah disosialisasikan sejak setahun lalu, jauh sebelum banyak yayasan lain terlibat dalam program serupa. Menurut dia, proses panjang tersebut diwarnai berbagai penolakan, namun tidak menyurutkan komitmen yayasan untuk merealisasikan program nasional tersebut di daerah.

“Satu tahun lalu kami sudah mulai sosialisasi, dari Sausu sampai wilayah Torue. Banyak tantangan dan penolakan, tapi Alhamdulillah hari ini bisa launching. Dapur ini kami persiapkan hampir satu tahun,” kata Munafri.

Munafri menjelaskan, MBG di Kecamatan Torue akan diawali dengan kuota 1.000 penerima manfaat. Sasaran program mencakup peserta didik PAUD hingga SMA, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Seluruh pelaksanaan dapur akan melibatkan ibu-ibu setempat yang didampingi tenaga ahli gizi untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan.

“Tidak ada yang dikecualikan. Semua akan disesuaikan bertahap sampai terpenuhi. Ibu-ibu di dapur akan didampingi ahli gizi agar pelaksanaan berjalan efisien dan bertanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kekompakan pelaksana di lapangan serta koordinasi lintas sektor agar program berjalan berkelanjutan. Munafri menyebut, meski sejumlah yayasan sempat bergabung di awal, tidak semuanya mampu bertahan hingga tahap pelaksanaan.

“Perjalanan program ini tidak mudah. Tapi yang terpenting, hari ini program nasional ini bisa terlaksana dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Munafri.

Sementara itu, Camat Torue Ni Luh Elisabet menegaskan perlunya koordinasi menyeluruh antara pemerintah kecamatan, desa, sekolah, puskesmas, dan aparat keamanan. Ia menilai keterlibatan seluruh kepala desa di wilayah Torue menjadi kunci agar distribusi MBG berjalan adil dan tidak menimbulkan persoalan di masyarakat.

“Penerima bukan hanya anak sekolah, tapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan bayi. Kalau ada yang belum dapat, masyarakat pasti bertanya ke kepala desa. Karena itu koordinasi harus kuat,” ujar Ni Luh.

Ni Luh juga menekankan aspek keamanan dan kesehatan pangan sebagai tanggung jawab bersama. Pemerintah kecamatan, kepolisian, TNI, hingga Satpol PP disebut akan terlibat dalam pengawasan dapur, distribusi makanan, serta posyandu.

“Ini program nasional Presiden Prabowo, program kita bersama. Kita jaga kualitas makanan, jaga kesehatan, dan jaga koordinasi agar tidak ada masalah di lapangan,” katanya.

Ia menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk menyukseskan MBG sebagai investasi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia.

“Mari kita sukseskan program ini dengan kebersamaan. Tujuannya jelas, menciptakan anak-anak yang sehat dan cerdas untuk membangun Indonesia ke depan,” pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *