banner 728x250

Lely Pariani Sebut Program MBG di Torue Lampaui Ekspektasinya

Lely Pariani, mengapresiasi peluncuran Program MBG di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah. (dok. AL)

PARIMO, LENSA JURNAL Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Lely Pariani, mengapresiasi peluncuran Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Yayasan Pelita Prabu Berjaya Indonesia (YPPBI) di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulawesi Tengah.

Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional pemenuhan gizi bagi anak usia dini, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sekaligus diarahkan untuk menekan angka stunting di wilayah tersebut.

banner 728x250

Lely mengatakan, cakupan penerima manfaat MBG di Torue melampaui ekspektasinya karena tidak hanya menyasar peserta didik, tetapi juga kelompok rentan lainnya.

“Saya kira program ini hanya untuk anak-anak sekolah. Ternyata ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga masuk. Ini sangat berdampak pada penurunan stunting, khususnya di Kecamatan Torue,” kata Lely. Senin (12/1/2026).

Ia menilai kehadiran MBG relevan dengan kondisi stunting di Torue yang sebelumnya berada di angka dua digit. Lely menyebut adanya tren penurunan signifikan berkat intervensi gizi yang terukur.

“Angka stunting yang sempat berada di kisaran 11 persen kini turun menjadi sekitar enam persen. Ini progres yang tidak bisa dianggap kecil,” ujarnya.

Lely juga menekankan pentingnya tata kelola program yang rapi dan komunikasi lintas sektor agar pelaksanaan MBG berjalan konsisten setiap periode. Ia mendorong pembentukan sistem koordinasi yang melibatkan camat, kepala sekolah, serta perwakilan koordinator lapangan.

“Setiap periode jumlah penerima bisa berubah. Karena itu, data harus diperbarui, pengumuman harus terbuka, dan koordinasi mesti satu jalur agar tidak terjadi persoalan di lapangan,” katanya.

Selain aspek pendataan, ia mengingatkan standar kesehatan dan sanitasi dalam proses penyediaan makanan. Menurut Lely, pemenuhan gizi harus dibarengi dengan pengelolaan dapur yang higienis dan profesional, termasuk pemisahan area pengolahan bahan makanan.

“Gizi tidak cukup hanya dari porsi, tetapi juga dari kebersihan dan cara pengolahannya. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita,” ujarnya.

Peluncuran MBG di Torue turut dihadiri Camat Torue, Kapolsek Torue, Danramil, kepala desa, sejumlah kepala sekolah, serta dua anggota DPRD Parigi Moutong dari Daerah Pemilihan V. Kehadiran lintas unsur ini dinilai penting untuk memastikan pengawasan dan keberlanjutan program.

Lely berharap setiap persoalan teknis yang muncul dapat segera dikomunikasikan agar tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

“Selama tujuannya baik, pasti ada tantangan di lapangan. Yang penting cepat dikomunikasikan dan diselesaikan bersama. Semoga Program MBG ini membawa berkah dan benar-benar memperkuat generasi Torue ke depan,” pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *