banner 728x250

Gubernur Dorong Parigi Moutong Jadi Gerbang Utama Wisata Togean

Gubernur Dorong Parigi Moutong Jadi Gerbang Utama Wisata Togean
Gubernur Sulteng, H. Anwar Hafid saat membuka pelaksanaan FTT 2025 di kawasan Eks Sail Tomini, Pantai Kayubura, Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, Kamis (20/11/2025) malam. Foto: Dok. Prokopim Parigi Moutong

PARIMO, LENSA JURNAL Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) H. Anwar Hafid memerintahkan Bupati Parigi Moutong untuk segera mengaktifkan kembali jalur penyeberangan feri dari Pelabuhan Toboli menuju Pulau Wakai, Kepulauan Togean. Instruksi itu disampaikannya saat membuka Festival Teluk Tomini (FTT) di kawasan Eks Sail Tomini, Pantai Kayubura, Desa Pelawa Baru, Kecamatan Parigi Tengah, Kamis (20/11/2025) malam.

Gubernur menegaskan bahwa pengoperasian kembali rute Toboli–Wakai tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat akses ke destinasi wisata bahari, sekaligus menempatkan Parigi Moutong sebagai pintu masuk utama kawasan Teluk Tomini.

banner 728x250

“Keberadaan jalur ini sangat dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan pada akses wisata melalui Provinsi Gorontalo,” ujar Gubernur.

Gubernur Anwar menyampaikan bahwa koordinasi dengan Kementerian Perhubungan RI sudah dilakukan. Menurutnya, jika jalur feri kembali aktif, masyarakat dapat menikmati perjalanan wisata ke Togean setiap akhir pekan tanpa harus menempuh jalur yang lebih jauh.

“Konektivitas wisata tidak boleh lagi bergantung pada Gorontalo. Jika ini berjalan, pariwisata kita akan ikut maju,” ungkapnya.

Selama ini, kata Gubernur, arus wisatawan menuju Togean memang lebih banyak melalui Gorontalo. Olehnya, kondisi tersebut harus diubah agar pertumbuhan ekonomi wisata dapat dirasakan oleh masyarakat Parigi Moutong, khususnya yang berada di kawasan selatan Teluk Tomini.

Ia juga menilai Parigi Moutong memiliki posisi sangat strategis, karena hanya berjarak sekitar satu setengah jam perjalanan dari ibu kota Provinsi Sulteng, Palu.

Menurut Gubernur, aktivasi jalur laut dari Toboli atau Pelawa akan memungkinkan wisatawan menyeberang menggunakan speedboat maupun feri langsung menuju Wakai. Selain mempermudah akses, langkah tersebut juga memperkuat eksistensi Sail Tomini sebagai kawasan wisata budaya dan bahari yang potensial mendatangkan wisatawan mancanegara.

“Spot diving di sini sangat indah. Ini peluang besar yang harus dimaksimalkan,” katanya.

Tak hanya fokus pada transportasi laut, Gubernur Anwar juga meminta Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong untuk memperhatikan ketersediaan fasilitas akomodasi. Seperti pembangunan hotel di kawasan Sail Tomini. Upaya ini dinilai akan menjadi investasi penting untuk menampung lonjakan wisatawan yang akan datang melalui jalur Parigi Moutong.

“Jika tersedia hotel, wisatawan tak hanya singgah, tetapi bisa tinggal lebih lama menikmati keindahan daerah kita,” imbuhnya.

Gubernur juga menegaskan, meskipun kondisi anggaran daerah tengah efisien, kegiatan budaya serta UMKM tidak boleh terhenti. Sebab, dua sektor tersebut merupakan penggerak utama ekonomi masyarakat.

“Tidak boleh ada alasan efisiensi untuk mematikan kegiatan budaya dan pariwisata. Ini yang menggerakkan ekonomi,” tegas Gubernur.

Dengan pengaktifan kembali jalur Toboli–Wakai dan percepatan pembangunan fasilitas wisata di kawasan Sail Tomini, Gubernur Anwar optimistis Parigi Moutong akan menjelma menjadi gerbang wisata bahari baru di Indonesia Timur.

Ia juga berharap langkah tersebut akan mendongkrak kunjungan wisatawan, memperkuat UMKM, serta meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan.

“Jika semua ini berjalan, Parigi Moutong akan menjadi pusat pertumbuhan wisata baru yang memberi dampak ekonomi besar bagi masyarakat,” tandasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *