banner 728x250

Pelajar di Parigi Moutong Diberikan Edukasi Kesehatan Digital

Pelajar di Parigi Moutong Diberikan Edukasi Kesehatan Digital
Para siswa-siswi SD di wilayah Kabupaten Parigi Moutong diberikan edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan umum, gigi dan mulut, serta konseling mengenai pola hidup sehat saat mengikuti Seminar Transformasi Kesehatan Digital di Auditorium Kantor Bupati setempat, Senin (17/11/2025). Foto: Dok. Diskominfo

PARIMO, LENSA JURNAL Puluhan pelajar Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, antusias mengikuti Seminar Transformasi Kesehatan Digital yang digelar di Auditorium Kantor Bupati setempat, Senin (17/11/2025).

Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Abd. Aziz Tombolotutu yang hadir mewakili Bupati Parigi Moutong mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, dan menjadi momentum penting untuk mengenalkan kesehatan digital kepada generasi muda sejak dini.

banner 728x250

“Upaya ini merupakan salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan,” ungkap Aziz.

Sebelumnya, ia menyampaikan apresiasi kepada panitia serta seluruh peserta, khususnya para siswa, yang dinilai telah menunjukkan kepedulian dan minat tinggi terhadap dunia kesehatan di era digital.

“Saya mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan khususnya kepada para pelajar yang hadir. Ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan digital sudah mulai tumbuh sejak usia dini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Aziz juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas kesehatan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu pihak. Namun, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, lembaga pendidikan, serta masyarakat luas termasuk generasi muda.

Karena itu, kehadiran siswa SD dalam kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menanamkan pemahaman gaya hidup sehat dan pemanfaatan teknologi dalam layanan kesehatan.

“Saya sangat mengapresiasi Dinas Kesehatan Parigi Moutong yang berhasil menggerakkan tenaga kesehatan dari berbagai profesi. Mulai dari dokter, perawat, bidan, hingga tenaga medis masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan seminar ini,” imbuhnya.

Menurut Aziz, keterlibatan para tenaga kesehatan tersebut telah menunjukkan kesungguhan dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Dengan dukungan fasilitas seperti layanan pemeriksaan dari Kimia Farma, maka mutu layanan kesehatan semakin meningkat dan selaras dengan tema HKN yang berfokus pada transformasi layanan,” jelasnya.

Ia juga menuturkan bahwa seminar tersebut turut dilengkapi dengan berbagai bentuk pengabdian masyarakat. Dimana, para siswa mendapatkan pengalaman langsung melalui edukasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan gigi dan mulut, serta konseling mengenai pola hidup sehat. Selain itu, tenaga kesehatan juga membagikan obat dan vitamin sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan anak-anak.

“Kegiatan ini bukan hanya bersifat kuratif, tetapi juga promotif dan preventif sesuai dengan arah transformasi kesehatan Indonesia,” ujar Aziz.

Ia menambahkan bahwa edukasi kesehatan digital sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Parigi Moutong. Dengan pemahaman yang benar, generasi muda diharapkan mampu menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan secara lebih baik.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Diperlukan kerja sama seluruh pihak. Seperti tenaga kesehatan, organisasi profesi, komunitas, lembaga pendidikan, hingga masyarakat. Semangat gotong-royong inilah yang menjadi kekuatan dalam meningkatkan kualitas hidup sehat,” tandasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *