banner 728x250

Oknum Anggota DPRD Diduga Bekingi Kades Sipayo

Ilustrasi

PARIMO, LENSA JURNAL Polemik dugaan praktik tambang ilegal di Desa Sipayo, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), kembali menguak intrik politik di baliknya. Sejumlah sumber menyebut, ada oknum pimpinan DPRD Parigi Moutong yang diduga memberikan perlindungan kepada Kepala Desa Sipayo, Nurdin Ilo Ilo, sehingga surat teguran Bupati Erwin Burase terkesan hanya menjadi sanksi ringan belaka.

Sebelum terbitnya surat teguran tersebut, Kades Sipayo bersama seorang pengusaha tambang bernama Dina dikabarkan menemui salah seorang pimpinan DPRD Parigi Moutong untuk meminta perlindungan politik.

banner 728x250

“Ada informasi seperti itu pak, sehingga kemungkinan besar pertemuan Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase yang terjadi itu karena mediasi dari pejabat di DPRD itu. Informasi ini sudah santer beredar di kalangan warga Desa Sipayo,” ungkap sumber resmi yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Menurut sumber itu, intervensi politik terlihat jelas dari kontradiksi antara pernyataan Bupati di media yang semula tegas soal pelanggaran hukum, dengan isi surat teguran yang justru hanya bersifat ringan.

“Terbukti dengan terbitnya surat teguran Bupati yang bertolak belakang dengan statement sebelumnya pada sejumlah media,” tambahnya.

Kini, sejumlah warga berencana melaporkan Kades Sipayo ke Ombudsman RI, sekaligus menyurati DPRD agar tidak ada lagi pejabat yang melindungi pelanggaran hukum. Mereka menilai, pencabutan surat kesepakatan desa tidak serta merta menghapus dugaan tindak pidana.

“Menurut mereka walaupun surat tersebut telah dicabut tetapi tidak serta merta menghilangkan aspek pidananya, karena sudah ada niat tidak baik saat surat itu resmi ditanda tangani dan diberikan cap desa,” terang sumber itu.

Informasi adanya intervensi dari unsur pimpinan DPRD sebenarnya sudah lebih dulu beredar sebelum surat teguran diterbitkan. Namun hingga kini, nama pejabat dimaksud belum diungkap ke publik.

“Tunggu pak, namanya jangan disebutkan dahulu. Tunggu sampai ada pergerakan ke gedung DPRD Parigi Moutong nanti kita ungkap disana,” pungkas sumber tersebut.

Laporan: TIM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *