banner 728x250

Bupati Parimo Resmikan Program Bantuan Gas LPG 3 Kg

Bupati Parimo, H. Erwin Burase menyerahkan bantuan tabung gas LPG 3 Kg kepada warga penerima manfaat pada acara peluncuran program subsidi energi rumah tangga di Auditorium Kantor Bupati, Rabu (27/8/2025). Foto: Farid

PARIMO, LENSA JURNAL Tekanan ekonomi dan beban hidup yang kian menghimpit, secercah harapan baru hadir bagi masyarakat miskin di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo). Pemerintah daerah resmi meluncurkan program bantuan isi ulang tabung gas LPG 3 Kg pada Rabu (27/8/2025) di Auditorium Kantor Bupati Parimo, sebagai wujud nyata keberpihakan pemerintah kepada kelompok rentan.

Bupati Parimo, H. Erwin Burase, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari misi besar pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem secara berkelanjutan.

banner 728x250

“Program ini tidak hanya membantu pemenuhan energi bersih dan terjangkau, tetapi juga menjadi langkah konkret meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin ekstrem secara menyeluruh,” ujarnya.

Menurut Erwin, bagi sebagian orang tabung gas hanya kebutuhan rutin rumah tangga. Namun, bagi banyak keluarga miskin di pelosok Parigi Moutong, membeli gas adalah kemewahan yang sulit dijangkau.

“Kami terus berkomitmen mewujudkan target penghapusan kemiskinan ekstrem. Sehingga tidak cukup dengan data dan wacana, tapi harus lewat tindakan nyata,” katanya.

Bupati menjelaskan, program ini lahir sebagai implementasi Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). Karena itu, Parimo sebagai daerah yang masih memiliki angka kemiskinan cukup tinggi, dituntut menghadirkan program nyata yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.

Lebih lanjut, Erwin menyebut bantuan gas LPG 3 Kg ini merupakan bagian dari 100 Hari Kerja dirinya bersama Wakil Bupati. Ia memastikan bahwa janji kampanye tidak akan berakhir di baliho dan spanduk, melainkan diwujudkan melalui program yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Namun demikian, keberhasilan program menurutnya sangat bergantung pada akurasi data penerima manfaat. Ia meminta pemerintah desa hingga kelurahan bersinergi memastikan pendataan yang tepat sasaran.

“Jangan sampai bantuan jatuh ke tangan yang salah. Keadilan dimulai dari keakuratan data,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Parimo yang telah bekerja ekstra, mulai dari pendataan lapangan hingga penyaluran bantuan ke masyarakat.

Meski begitu, ia menekankan penghapusan kemiskinan ekstrem tidak bisa hanya mengandalkan satu program semata. Pemerintah daerah, kata dia, harus melakukan pendekatan multisektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi hingga perlindungan sosial.

“Kemiskinan tidak bisa dihapus dengan satu kebijakan. Kita harus bergerak serempak,” jelasnya.

Lebih jauh, Erwin menyebut program bantuan gas ini sejalan dengan strategi jangka panjang daerah melalui Gerbang Desa (Gerakan Pembangunan Desa). Program prioritas tersebut diharapkan dapat memperkuat desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Melalui Gerbang Desa, setiap keluarga miskin ekstrem di Parimo diharapkan dapat bertransformasi menjadi keluarga mandiri secara ekonomi, dengan dukungan infrastruktur dasar yang memadai, termasuk energi rumah tangga yang terjangkau.

Adapun penerima bantuan hanya dikhususkan bagi masyarakat yang masuk dalam data P3KE, terutama pada desil satu, dua, dan tiga. Mekanismenya, masyarakat cukup membawa KTP ke pangkalan resmi untuk verifikasi dan penukaran tabung gas.

Selain itu, Bupati menegaskan bahwa seluruh pangkalan wajib menjual LPG 3 Kg sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Saat ini, pemerintah daerah melalui Disperindag tengah melakukan evaluasi di seluruh pangkalan.

“Jika ditemukan ada pangkalan yang menjual gas elpiji 3 Kg di atas HET, maka kami akan berikan sanksi tegas,” pungkasnya.

Laporan: Abdul Farid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *