banner 728x250

Dua Warga Parigi Moutong Meninggal Akibat Rabies

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Parigi Moutong, Yunita Tagunu, SKM, saat memberikan keterangan terkait kasus rabies di Parigi Moutong, Rabu (20/8/2025). Foto: AL

PARIMO, LENSA JURNAL Dinas Kesehatan Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mengonfirmasi dua kasus rabies yang berujung kematian. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Parigi Moutong, Yunita Tagunu, SKM, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (20/8/2025).

Menurut Yunita, kasus rabies sebenarnya bisa dicegah jika masyarakat segera mengambil langkah medis usai digigit anjing. Sayangnya, dua korban yang meninggal tidak segera ditangani di Puskesmas.

banner 728x250

“Mungkin masyarakat tidak mendapatkan informasi yang baik, atau memang tidak peduli. Setelah digigit anjing, mereka hanya merawat di rumah tanpa vaksinasi, sehingga terlambat ditangani,” jelas Yunita.

Ia menambahkan, meski setiap tahun terdapat peningkatan kasus gigitan anjing, sebelumnya tidak ada korban jiwa karena masyarakat cepat mendapatkan vaksin antirabies. Namun tahun ini, kondisi berbeda lantaran korban tidak segera berobat.

“Kalau tahun-tahun kemarin, gigitan anjing langsung ditangani dengan vaksin antirabies, sehingga tidak berlanjut ke rabies. Dua kasus kematian ini terjadi karena korban tidak ke Puskesmas sejak awal,” ungkapnya.

Dinkes Parigi Moutong kini telah mengeluarkan imbauan melalui grup internal dan akan menindaklanjutinya dengan surat edaran resmi kepada seluruh Puskesmas. Edukasi dan sosialisasi menjadi fokus utama agar masyarakat memahami bahaya rabies.

“Kami sudah menghimbau Puskesmas untuk aktif memberikan sosialisasi, mulai dari cara mencegah gigitan, pentingnya vaksinasi hewan peliharaan, hingga langkah medis ketika terjadi luka gigitan,” tutur Yunita.

Ia menegaskan vaksin antirabies masih tersedia di wilayah Parigi Moutong, sehingga masyarakat diimbau tidak menunda penanganan medis jika digigit anjing. Yunita juga meminta masyarakat lebih proaktif mengikuti penyuluhan kesehatan yang rutin dilakukan Puskesmas.

“Penyakit rabies bisa dihindari kalau masyarakat sadar pentingnya vaksin dan penanganan medis sejak awal. Jangan tunggu muncul gejala baru ke rumah sakit, karena itu sudah terlambat,” pungkas Yunita. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *