PARIMO, LENSA JURNAL – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, turut ambil bagian dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Kecamatan Parigi Utara dan Kecamatan Siniu. Pantauan di lapangan hingga Sabtu (7/2/2026), api masih belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Ketua MDMC Parigi Moutong, Muhammad Abduh mengatakan bahwa keterlibatan pihaknya dimulai sejak Selasa (3/2/2026) hingga saat ini, dilakukan sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap dampak karhutla yang tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat paparan asap yang semakin meluas.
“MDMC menurunkan 15 relawan ke lokasi terdampak untuk membantu proses pemadaman api bersama tim gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Damkar, Satpol PP, TNI, Polri, Manggala Agni, FPRB, serta unsur relawan lainnya,” ujar Abduh di Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, Sabtu (7/2/2026).
Ia menjelaskan bahwa relawan MDMC Parigi Moutong terlibat langsung dalam upaya pemadaman api secara manual di wilayah pegunungan dengan menggunakan peralatan seadanya. Seperti ember, jerigen, tangki semprot, serta perlengkapan sederhana lainnya. Upaya ini dilakukan guna mencegah api kembali menjalar ke wilayah sekitar, terutama mendekati permukiman warga.
Selain mengerahkan relawan, MDMC Parigi Moutong juga menyalurkan bantuan logistik berupa puluhan dus masker kepada petugas gabungan. Abduh menilai bantuan tersebut sangat penting. Mengingat, kondisi asap di lokasi cukup pekat dan berpotensi mengganggu kesehatan petugas selama berada di lapangan.
“Bantuan masker diberikan sebagai upaya perlindungan awal bagi petugas dan relawan, yang bekerja dalam kondisi penuh risiko akibat paparan asap dan cuaca panas selama proses pemadaman berlangsung,” ungkapnya.
Abduh juga menegaskan bahwa kehadiran MDMC di lokasi karhutla merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah dalam merespons setiap bencana yang terjadi di tengah masyarakat.
Ia juga menerangkan, MDMC akan terus berupaya membantu semaksimal mungkin, baik dari sisi personel maupun dukungan logistik. Termasuk, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mendukung upaya penanganan karhutla hingga kondisi benar-benar terkendali dan aman.
“Ini adalah bentuk solidaritas dan tanggung jawab kemanusiaan,” tegas Abduh.
Dalam kesempatan itu, Abduh juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Ia pun meminta masyarakat agar mematuhi imbauan Pemerintah Daerah, Kecamatan, hingga Desa untuk tidak membuka lahan, kebun, maupun pekarangan dengan cara dibakar, serta tidak membuang puntung rokok secara sembarangan.
Abduh berharap, masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Termasuk, berpartisipasi aktif dengan melaporkan kepada aparat setempat, seperti Polsek, TNI, atau pemerintah desa, apabila menemukan atau melihat kejadian kebakaran.
“Saat ini, Parigi Moutong masih diperhadapkan dengan musim kemarau. Tentunya kondisi ini berpotensi bahkan memperparah keadaan jika terjadi karhutla. Sehingga, mari bersama-sama untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” pungkasnya. (AL)









