banner 728x250

Puluhan Hektare Lahan Warga Terbakar

Puluhan Hektare Lahan Warga Terbakar
Tampak kobaran api karhutla terus merambah dan telah menghanguskan tanaman masyarakat di wilayah Desa Uevolo, Kecamatan Siniu, Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (4/2/2026) malam. Foto: Aid Lumpati/Lensajurnal

PARIMO, LENSA JURNAL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, hingga Rabu (4/2/2026) malam masih belum berhasil dipadamkan.

Berdasarkan hasil koordinasi dan analisis BPBD Parigi Moutong bersama BMKG, luasan karhutla di Desa Avolua diperkirakan mencapai sekitar 45 hektare. Area terbakar berpotensi terus bertambah, mengingat kondisi cuaca panas, angin kencang, dan medan yang berat.

banner 728x250

Pantauan di lapangan menunjukkan, petugas gabungan dari TRC BPBD, Damkar, Satpol PP, TNI, Polri, serta masyarakat setempat terus melakukan upaya pemadaman manual untuk menahan laju kobaran api yang kian meluas.

Saat ini, karhutla telah merambah lahan tanaman produktif masyarakat di Desa Euvolo, Kecamatan Siniu. Dilaporkan, bahwa api telah merusak sekitar 20 hektare lahan. Termasuk kebun durian, alpukat, pala, kakao, cengkeh, serta tanaman palawija seperti cabai dan sayuran.

Salah seorang petani di Desa Uevolo, Aiman menyampaikan bahwa kebun miliknya yang berisi durian, alpukat, pala, kakao, dan cengkeh hangus terbakar seluas lebih dari dua hektare.

Ia pun menyebut bahwa masyarakat Desa Uevolo terus berjibaku membantu pemadaman menggunakan peralatan seadanya, seperti ember, jerigen, dan tangki semprot. Namun, upaya tersebut tidak mampu menahan laju kobaran api. Hal ini diakibatkan tiupan angin yang cukup kencang dan sulitnya medan.

Selain di Desa Avolua dan Euvolo, karhutla juga terjadi di Dusun 4 Uenggalajo Desa Toboli, Kecamatan Parigi Utara. Api menghanguskan kawasan pegunungan, satu unit bangunan sarang walet, serta ratusan pohon kelapa, durian, cengkeh, dan mangga. Hingga kini, kobaran api terus menyebar dan memicu kepanikan di tengah warga. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *