banner 728x250

Diklatsar KSR Angkatan VI, Ketua PMI Parimo Tekankan Sikap Sigap

Diklatsar KSR Angkatan VI, Ketua PMI Parimo Tekankan Sikap Sigap
Para peserta Diklatsar KSR Angkatan VI bersama Ketua beserta jajaran Pengurus PMI Kabupaten Parigi Moutong, dan pemateri saat berpose bersama seusai pembukaan, berlangsung di Ruang Belajar Diklat, Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, pada Selasa (2/12/2025). Foto: Dok. PMI Parigi Moutong

PARIMO, LENSA JURNAL Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, Hj. Hestiwati Nanga resmi membuka Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Korps Sukarela (KSR) PMI Angkatan VI Tahun 2025.

Pembukaan yang diikuti jajaran Pengurus PMI Kabupaten Parimo, Dewan Kehormatan, Staf, Relawan serta 21 peserta tersebut berlangsung di Ruang Belajar Diklat, Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, pada Selasa (2/12/2025).

banner 728x250

“Diklatsar digelar selama tujuh hari, mulai 30 November hingga 7 Desember 2025. Upaya ini menjadi langkah penting untuk memperkuat kapasitas relawan dalam menghadapi berbagai situasi kemanusiaan di daerah,” tegas Hestiwati.

Sebelumnya, Hestiwati dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan baik. Ia juga memberikan penghargaan kepada peserta yang telah memilih bergabung sebagai calon anggota KSR Angkatan VI.

“Menjadi relawan merupakan pilihan terhormat. Anda telah memilih untuk mengabdi kepada sesama dan menjadi bagian dari garda terdepan kemanusiaan di Parigi Moutong,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa KSR adalah tulang punggung PMI dalam menjalankan misi kemanusiaan. Hestiwati juga menuturkan bahwa relawan KSR dituntut untuk sigap menjadi pihak pertama yang hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, terutama pada keadaan darurat seperti bencana maupun kebutuhan darah.

Diklatsar, kata Hestiwati, bukan hanya pelatihan teknis, tetapi proses pembentukan karakter dan penguatan nilai dasar Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional. Nilai tersebut meliputi Kemanusiaan, Kesamaan, Kenetralan, Kemandirian, Kesukarelaan, Kesatuan, dan Kesemestaan.

Ia juga menerangkan, selama pelatihan, para peserta akan dibekali materi dan keterampilan penting. Seperti pertolongan pertama, manajemen bencana, shelter, serta water sanitation and hygiene (WASH).

Untuk itu, ia meminta seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal, menjaga disiplin, dan membangun kekompakan.

“PMI Parigi Moutong berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas relawan. Kehadiran Angkatan VI ini, tentunya menjadi energi baru yang memperkuat barisan PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan,” ungkap Hestiwati.

Dalam kesempatan itu, ia juga memaparkan sejumlah langkah strategis ke depan, termasuk pengembangan pelatihan lanjutan dan spesialisasi relawan. Program ini dirancang agar para relawan tidak berhenti belajar setelah Diklatsar, melainkan terus mengembangkan kemampuan sesuai kebutuhan lapangan.

Ia pun kembali menegaskan bahwa PMI Parigi Moutong juga akan menitikberatkan pengembangan Palang Merah Remaja (PMR) di setiap sekolah. Hestiwati menilai, PMR sebagai wadah penting guna membentuk karakter kepemimpinan dan kepedulian generasi muda, baik ditingkat Mula, Madya, hingga Wira.

Ia berharap, melalui kegiatan ini mampu melahirkan relawan yang profesional, tangguh, serta siap terjun dalam misi kemanusiaan di berbagai situasi.

“Pada tahun 2026 mendatang, akan berlangsung Temu Karya Relawan Nasional (TKRN) di Kalimantan. Relawan Angkatan VI, berpeluang menjadi perwakilan Parigi Moutong dalam agenda nasional tersebut. Asalkan terus mengasah keterampilan,” pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *