PARIMO, LENSA JURNAL – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah, berencana akan melakukan pembangunan asrama bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di luar daerah.
Bupati Parimo, H. Erwin Burase menjelaskan bahwa upaya ini sebagai bagian dari dukungan Pemerintah Daerah terhadap pengembangan sumber daya manusia sekaligus meringankan biaya hidup mahasiswa.
“Pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp5,5 miliar yang akan dialokasikan pada tahun 2027 untuk pembangunan asrama mahasiswa di Palu dan Provinsi Gorontalo,” ujar Erwin kepada wartawan di Parigi, Kamis (25/6/2026).
Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp2,5 miliar direncanakan untuk pembangunan asrama putri bagi mahasiswa asal Parmout yang sedang menempuh pendidikan di Kota Palu. Pembangunan ini merupakan tindak lanjut atas aspirasi mahasiswa yang disampaikan langsung kepada dirinya saat melakukan peninjauan ke asrama mahasiswa milik Pemkab Parimo di Kota Palu beberapa waktu lalu.
“Sementara sisa anggaran sebesar Rp3 miliar, akan direalisasikan untuk pembangunan asrama mahasiswa yang menempuh pendidikan di Provinsi Gorontalo,” ungkapnya.
Selain pembangunan asrama, Pemkab Parimi selama ini juga rutin mengalokasikan anggaran untuk biaya pemeliharaan asrama mahasiswa di Kota Palu. Termasuk, biaya sewa tempat tinggal atau kontrakan bagi mahasiswa yang berkuliah di Provinsi Gorontalo.
Ia berharap, keberadaan asrama tersebut nantinya dapat membantu meringankan beban biaya hidup serta menjadi sarana bagi seluruh mahasiswa untuk lebih fokus menyelesaikan studi pendidikan.
Sebelumnya, Erwin juga mengungkapkan bahwa Pemkab Parimo telah menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan Universitas Negeri Gorontalo pada Ahad, 21 Juni 2026. Kerja sama tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui MoU ini, mahasiswa yang menempuh pendidikan dengan pembiayaan mandiri seperti jurusan kedokteran, juga mendapatkan jaminan dari Pemerintah Daerah agar dapat melakukan pembayaran biaya pendidikan secara bertahap,” imbuh Erwin.
Ke depan, kata dia, Pemerintah Daerah juga akan mengalokasikan anggaran pendidikan bagi anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Tujuannya, agar pengembangan sumber daya manusia dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Kabupaten Parimo.
“Dukungan pendidikan ini akan menjadi fokus kami ke depan. Selain mahasiswa yang mengenyam pendidikan di luar daerah, pembiayaan juga akan dialokasikan untuk anak-anak yang tinggal di wilayah 3T,” pungkasnya. (AL)








