PARIMO, LENSA JURNAL – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Selasa (16/6/2026), mengakibatkan sedikitnya 21 rumah warga mengalami kerusakan.
Jumlah tersebut merupakan hasil pembaruan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga Rabu (17/6/2026), setelah tim melakukan asesmen lanjutan di sejumlah wilayah terdampak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai mengatakan jumlah rumah rusak bertambah dari sebelumnya 11 unit menjadi 21 unit.
“Penambahan data kerusakan diperoleh setelah Tim Reaksi Cepat (TRC) melakukan pendataan di sejumlah lokasi terdampak,” ujar Rivai.
Ia menjelaskan bahwa kerusakan tidak hanya terjadi di Kecamatan Parigi Selatan dan Torue, melainkan meluas ke Kecamatan Sausu, Balinggi, dan Parigi. Sebanyak enam rumah rusak berada di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan, tiga rumah di Dusun V Desa Tolai, Kecamatan Torue, serta sembilan rumah di Desa Torue yang tersebar di Dusun I, II, III, dan V.
Selain itu, masing-masing satu unit rumah rusak ditemukan di Dusun VI Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, Desa Balinggi, Kecamatan Balinggi, dan Kelurahan Maesa, Kecamatan Parigi.
“Saat ini total rumah rusak akibat gempa bumi berjumlah 21 unit. Meski demikian, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan pada fasilitas umum,” ungkap Rivai.
Untuk mempercepat penanganan dampak bencana, Pemerintah Daerah menggelar rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Kabupaten Parigi Moutong bersama unsur TNI, Polri, BMKG, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Kejaksaan, OPD, Camat, Kepala Desa, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).
Rapat tersebut menyepakati usulan penetapan status tanggap darurat bencana guna mempercepat mobilisasi sumber daya dan penanganan dampak gempa. Pemerintah Daerah juga akan memperbarui data asesmen. Hal ini dikarenakan masih terdapat rumah warga dan rumah ibadah yang belum terdata.
Seluruh informasi terkait penanganan gempa akan disampaikan melalui satu pintu, yakni Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong. Camat dan kepala desa diminta terus berkoordinasi untuk mempercepat pelaporan kondisi di lapangan.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD telah mendirikan tenda di halaman RSUD Anuntaloko Parigi. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) menyiapkan sarana air bersih, sementara BPBD bersama Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman melakukan penilaian terhadap rumah-rumah yang terdampak.
TNI, Polri, BPBD, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinas Sosial juga dikerahkan untuk membantu pembersihan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Berdasarkan hasil identifikasi lapangan, kebutuhan mendesak masyarakat saat ini berupa logistik kebencanaan dan bantuan terpal untuk menutup bagian rumah yang rusak.
Hingga Rabu malam, sebagian warga masih memilih bertahan di luar rumah sebagai langkah antisipasi terhadap gempa susulan. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi yang disampaikan BPBD Parigi Moutong. (AL)








