PARIMO, LENSA JURNAL – Kementerian Pertanian (Kementan) RI terus memperkuat pengembangan perkebunan kelapa dalam di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melalui penyaluran bantuan bibit kepada 16 kelompok tani.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase saat kunjungan kerja tim Kementerian Transmigrasi RI di Kecamatan Mepanga, Rabu (3/6/2026).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Parigi Moutong, Dadan Priatna Jaya mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari hilirisasi perkebunan yang mencakup pengembangan lahan seluas 300 hektare di sejumlah kecamatan.
“Bantuan bibit ini bertujuan untuk meningkatkan produksi kelapa dalam, sekaligus mendukung kesejahteraan petani,” ujar Dadan kepada media di Parigi, Kamis (4/6/2026).
Ia menjelaskan, adapun kelompok tani penerima berasal dari Kecamatan Parigi Tengah, Parigi Utara, Siniu, Ampibabo, Tomini, dan Bolano Lambunu.
Ia mengungkapkan bahwa setiap hektare lahan, akan memperoleh 110 bibit kelapa dalam, bantuan biaya penanaman yang disalurkan ke rekening kelompok tani, serta pupuk organik granula sebanyak 330 kilogram per hektare untuk pemupukan awal.
“Selain bibit, petani juga mendapatkan bantuan biaya penanaman selama 15 hari kerja, yang mencakup persiapan lahan hingga proses penanaman. Bantuan pupuk organik juga diberikan untuk mendukung pertumbuhan tanaman,” ungkapnya.
Ia pun menambahkan, saat ini Dinas TPHP telah menyiapkan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) seluas 200 hektare untuk pelaksanaan tahap kedua pada semester II 2026.
“Secara keseluruhan, Parigi Moutong memperoleh alokasi program pengembangan kelapa dalam seluas 500 hektare dari Kementan RI. Terdiri atas 300 hektare pada tahap pertama dan 200 hektare pada tahap kedua,” imbuhnya. (AL)








