banner 728x250

Bupati Temukan Lima Toilet di Puskesmas Sausu Rusak

Bupati Temukan Lima Toilet di Puskesmas Sausu Rusak
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase (kiri) didampingi Ketua DPRD Parigi Moutong, Alfres Tonggiroh (kanan) saat meninjau langsung kondisi toilet di ruang rawat inap Puskesmas Sausu yang sudah tidak dapat digunakan lagi, Kamis (8/5/2026) malam. FOTO: Aid Lumpati/Lensajurnal

PARIMO, LENSA JURNAL – Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase menginstruksikan kepada instansi terkait agar segera melakukan perbaikan terhadap lima unit toilet (WC) di ruang rawat inap Puskesmas Sausu yang rusak dan tidak lagi dapat digunakan.

Instruksi tersebut disampaikannya saat meninjau langsung kondisi Puskesmas Sausu di Desa Sausu Trans, Kecamatan Sausu, Kamis (7/5/2026) malam. Peninjauan itu turut dihadiri Ketua DPRD Parigi Moutong Alfres Tonggiroh, Sekretaris Kabupaten Zulfinasran A. Tiangso, Plt. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Muhammad Aflianto Hamzah, serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Darlin.

banner 728x250

“Peninjauan ini kami lakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang disampaikan dalam rapat kerja Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong di Balai Desa Sausu Torono pada siang harinya. Warga mengeluhkan toilet di ruang rawat inap tidak berfungsi sehingga menyulitkan pasien,” ujar Erwin kepada wartawan.

Akibat kerusakan tersebut, pasien yang menjalani perawatan di lantai dasar terpaksa menggunakan toilet di lantai dua. Kondisi itu dinilai mengganggu kenyamanan pasien dan harus segera ditangani.

Berdasarkan hasil peninjauan, menunjukkan adanya dugaan persoalan pada sistem saluran pembuangan limbah. Lima unit toilet diketahui terhubung pada satu titik pembuangan, sehingga penampungan limbah diduga cepat penuh dan menyebabkan seluruh toilet tidak berfungsi secara normal.

Pihak puskesmas menjelaskan, persoalan tersebut telah terjadi sejak gedung baru puskesmas selesai dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2024 dengan nilai kontrak Rp9,32 miliar. Saat proses pembangunan, proyek ini juga sempat menjadi sorotan karena mengalami keterlambatan penyelesaian.

Menindaklanjuti temuan itu, Erwin meminta Dinas PUPRP segera menyusun perencanaan teknis perbaikan agar dapat diakomodasi dalam APBD Perubahan, mengingat kondisi ini sudah mengganggu pelayanan kesehatan.

Menurutnya, fasilitas kesehatan yang memadai merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, kata Erwin, Pemerintah Daerah akan memprioritaskan pembenahan sarana dan prasarana yang mengalami kerusakan.

“Pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya soal tenaga medis, tetapi juga harus didukung fasilitas yang layak dan dapat digunakan dengan baik oleh masyarakat,” pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *