Ormas Oi Ramadan Futsal Turnamen Diharap Lahirkan Atlet Berprestasi

Ormas Oi Ramadan Futsal Turnamen Diharap Lahirkan Atlet Berprestasi
Ketua KONI Kabupaten Parigi Moutong, Faisan Badja (tengah) saat bersiap menendang bola sebagai tanda dibukanya dengan resmi pelaksanaan Ramadan Futsal Turnamen 2026 yang digelar di Lapangan Futsal Toraranga Parigi, Jumat (20/2/2026). Foto: Dok. Panitia

PARIMO, LENSA JURNAL Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Faisan Badja berharap pelaksanaan Ormas Oi Ramadan Futsal Turnamen 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi semata. Melainkan, mampu melahirkan atlet-atlet futsal berprestasi yang siap bersaing di level lebih tinggi.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan turnamen yang digelar di Lapangan Futsal Toraranga Parigi, Jumat (20/2/2026). Sebelumnya, turnamen ini telah dilaksanakan sejak Kamis, 5 Februari 2026.

“Saya mengucapkan rasa bangga kepada seluruh kesebelasan, para wasit, dan ofisial yang terlibat dalam menyukseskan jalannya pertandingan,” ujar Faisan.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengungkapkan rasa syukur karena seluruh peserta tetap bersemangat mengikuti kegiatan, meski cuaca kurang bersahabat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak menyurutkan antusiasme generasi muda untuk tetap aktif berolahraga, khususnya pada bulan suci Ramadan.

Ia pun memberikan apresiasi kepada Ormas Oi Kabupaten Parigi Moutong dan Pemerhati Futsal yang telah menyelenggarakan turnamen futsal pada Ramadan tahun ini. Faisan menilai bahwa pelaksananaan turnamen menjadi ruang positif bagi anak-anak muda untuk menyalurkan bakat sekaligus mempererat hubungan sosial.

“Momentum Ramadan harus kita jadikan sarana untuk membersihkan hati dan memperkuat keikhlasan, termasuk dalam bertanding. Kompetisi boleh berjalan, tetapi nilai ibadah dan persaudaraan tetap harus diutamakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa tujuan utama turnamen adalah membangun silaturahmi antar pemain dan komunitas. Karena itu, ia berharap seluruh rangkaian pertandingan dapat berlangsung lancar, aman, dan tertib hingga penutupan.

Faisan menuturkan bahwa futsal merupakan olahraga yang sarat kontak fisik, sehingga potensi gesekan di lapangan selalu ada. Untuk itu, ia mengingatkan seluruh pemain agar menghormati keputusan wasit sebagai pemimpin pertandingan.

Ia juga menyinggung adanya insiden-insiden yang pernah terjadi pada pelaksanaan kegiatan sebelumnya. Namun demikian, ia berharap hal serupa tidak kembali terulang. Sebab, olahraga sejatinya menjadi wadah memperkuat persaudaraan dan persahabatan.

Faisan juga menekankan pentingnya menjaga sikap dan menghindari provokasi, baik antar pemain maupun dari suporter. Ia menyebut, aparat keamanan tentu menginginkan seluruh pertandingan berjalan kondusif tanpa gangguan apapun.

“Kita ingin turnamen ini menjadi contoh bahwa olahraga bisa berjalan kompetitif tanpa mengorbankan sportivitas,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Faisan menyampaikan terima kasih kepada para sponsor beserta panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Ia berharap melalui turnamen ini akan muncul bibit-bibit unggul yang dapat dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali pada November 2026.

“Selamat bertanding. Junjung tinggi sportivitas dan manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kemampuan terbaik,” pungkasnya. (AL)

Exit mobile version