PARIMO, LENSA JURNAL – Badan Pengurus Kabupaten (BPK) Ormas Oi Parigi Moutong, bakal menggelar Ramadan Futsal Turnamen sebagai ajang pembinaan olahraga, penguatan silaturahmi, sekaligus persiapan atlet futsal daerah menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah ke-X yang akan digelar di Kabupaten Morowali pada November mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana, Mohammad Rifaldi menyampaikan bahwa turnamen tersebut akan dilaksanakan di Lapangan Futsal Toraranga Parigi dan dijadwalkan berlangsung mulai 1 Februari hingga 10 Maret 2026.
“Penyelenggaraan ini merupakan kelanjutan dari turnamen serupa yang sebelumnya mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan komunitas futsal di Parigi Moutong,” ujar Aldi di Parigi, Senin (19/1/2026).
Aldi menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan turnamen tersebut tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan, menanamkan nilai sportivitas, serta mendorong aktivitas positif generasi muda selama Ramadan.
Selain itu, juga diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit atlet futsal lokal yang berpotensi mengharumkan nama daerah.
“Melalui turnamen ini, kami ingin memberikan ruang bagi pemuda untuk menyalurkan bakat dan minat di bidang olahraga. Sekaligus, memperkuat persaudaraan dan solidaritas antar sesama,” ungkapnya.
Aldi juga menerangkan bahwa pendaftaran peserta dibuka mulai 1 hingga 29 Januari 2026, dengan biaya sebesar Rp600 ribu per tim. Biaya itu, kata dia, sudah termasuk dengan fasilitas pencetakan logo tim.
Ia menuturkan bahwa turnamen ini terbuka khusus bagi tim futsal lokal Parigi Moutong, dengan total bonus yang diperebutkan sebesar Rp10 juta.
Ia juga menyebut, selain memperebutkan hadiah uang tunai, panitia juga menyediakan trophy untuk juara 1 hingga juara 4, serta penghargaan individu berupa Best Keeper, Best Player, dan Top Score sebagai bentuk apresiasi atas prestasi pemain.
Untuk pelaksanaan technical meeting, dijadwalkan akan berlangsung pada 31 Januari 2026. Dengan pokok pembahasan terkait regulasi pertandingan, sistem kompetisi, serta teknis pelaksanaan turnamen secara menyeluruh.
“Kali ini, kami menerapkan ketentuan jumlah pemain maksimal 14 orang per tim. Dengan kewajiban menyertakan minimal dua pemain kelahiran tahun 2006,” jelas Aldi.
Ia menegaskan bahwa pemberlakuan tersebut bertujuan untuk mendorong regenerasi atlet dan memberikan kesempatan tampil bagi pemain usia muda di tingkat lokal.
Untuk itu, Aldi berharap, agar Ramadan Futsal Turnamen tahun ini dapat berjalan lancar, aman, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Daerah dan masyarakat.
Ia juga mengajak seluruh tim atau peserta, dapat mengikuti turnamen dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat kebersamaan selama Ramadan.
“Harapan kami, turnamen ini tidak hanya menjadi hiburan selama Ramadan. Melainkan, mampu melahirkan atlet futsal Parigi Moutong yang berprestasi dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” pungkasnya. (AL)
