PARIMO, LENSA JURNAL – Kondisi bangunan Sekolah Dasar Kecil (SDK) Polobuu di Desa Sipayo, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, semakin memprihatinkan.
Sejumlah plafon ruang kelas dilaporkan telah lapuk dan sering berjatuhan. Bahkan, berpotensi mengancam keselamatan siswa dan guru saat proses belajar mengajar berlangsung.
“Kerusakan plafon yang semakin parah membuat kegiatan pembelajaran tidak lagi berlangsung dengan aman dan nyaman. Beberapa bagian plafon kerap berjatuhan, sehingga menimbulkan kekhawatiran terjadinya kecelakaan di dalam ruang kelas,” ungkap Kepala SDK Polobuu, Alfrets Mistal melalui pesan tertulisnya, belum lama ini.
Selain kerusakan plafon, Alfrets menyebut pihak sekolah masih membutuhkan pembangunan dan perbaikan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Seperti unit kesehatan sekolah (UKS), laboratorium, toilet, serta rehabilitasi beberapa ruang kelas.
Ia menuturkan bahwa sejak berdiri pada 2004 hingga 2026, SDK Polobuu belum pernah menerima alokasi dana khusus dari Pemerintah Daerah Parigi Moutong untuk rehabilitasi atau pembangunan gedung sekolah. Meski begitu, proses belajar mengajar tetap berjalan dengan sarana dan prasarana yang sangat terbatas.
Ia berharap, pada tahun ini Pemerintah Daerah segera mengalokasikan anggaran khusus untuk rehabilitasi plafon ruang kelas dan pembangunan fasilitas pendukung yang sangat mendesak. Hal ini demi menunjang proses pembelajaran.
“SDK Polobuu melayani pendidikan dasar bagi anak-anak di Desa Sipayo dan wilayah sekitarnya. Meski belum terakreditasi, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan rutin enam hari dalam sepekan dengan sistem belajar pagi,” imbuh Alfrets.
Ia menambahkan, meski sekolah telah mendapatkan pasokan listrik dari PLN, akses internet untuk mendukung proses pembelajaran masih terbatas.
Dengan segala keterbatasan itu, kata dia, pihaknya tetap berupaya memberikan layanan pendidikan terbaik bagi siswa. Alfrets pun menyoroti belum meratanya perhatian Pemerintah Daerah terhadap sekolah-sekolah kecil di wilayah pinggiran.
“Saya berharap Pemerintah Daerah segera mengambil langkah konkret dan tidak menunda rehabilitasi bangunan yang sudah sangat mendesak. Tanpa intervensi kebijakan yang jelas, anak-anak akan dirugikan dalam mendapatkan pendidikan yang layak, aman, dan nyaman,” pungkasnya. (AL)










