PARIMO, LENSA JURNAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus berkomitmen untuk mendorong penguatan hilirisasi komoditas kelapa. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan melalui pemanfaatan dan optimalisasi Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM).
Dalam rapat koordinasi hilirisasi kelapa dan optimalisasi SIKIM yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Parigi Moutong, Zulfinasran di ruang kerjanya pada Kamis (5/1/2026), disebutkan bahwa pentingnya peran SIKIM dalam memberikan dampak ekonomi secara langsung bagi petani kelapa. Termasuk, menyerap seluruh hasil kelapa, baik itu buah, sabut, tempurung, hingga air kelapa. Dengan penyerapan menyeluruh tersebut, nilai tambah komoditas kelapa diharapkan tidak hanya dinikmati oleh industri, tetapi juga dirasakan langsung oleh petani.
“Kalau bisa, pihak SIKIM harus membeli sendiri sabut, tempurung, dan air kelapa. Ini penting, agar dampak ekonomi benar-benar dirasakan oleh petani,” ujar Sekda Zulfinasran.
Selain penyerapan hasil kelapa secara menyeluruh, Sekda juga menyampaikan bahwa operasional SIKIM akan memprioritaskan penggunaan tenaga kerja lokal.
Menurutnya, dari total kebutuhan tenaga kerja yang diperkirakan mencapai 100 hingga 150 orang, sekitar 90 persen akan direkrut dari masyarakat setempat.
Langkah ini, kata Sekda, menjadi bagian dari upaya pemberdayaan sumber daya manusia sekaligus penguatan ekonomi daerah.
Dalam rapat tersebut, juga turut dibahas rencana kebutuhan bahan baku SIKIM yang diperkirakan rata-rata mencapai 70 ribu butir kelapa per hari.
Untuk mendukung perencanaan itu, Sekda meminta agar segera dilakukan identifikasi secara detail, baik terkait jumlah produksi kelapa petani per hari maupun harga kelapa yang berlaku di pasaran saat ini.
“Upaya itu guna memastikan ketersediaan bahan baku dan keberlanjutan hilirisasi kelapa di Kabupaten Parigi Moutong,” pungkasnya. (AL)







