PARIMO, LENSA JURNAL – RSUD Anuntaloko Parigi terus memperkuat sosialisasi layanan ambulans pengantaran jenazah gratis bagi masyarakat Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh petugas kesehatan dan masyarakat memahami prosedur pelayanan, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman dalam pelaksanaannya.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Anuntaloko Parigi, Irwan mengatakan layanan ambulans jenazah gratis merupakan program unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong yang telah berjalan sejak 2025 pada masa kepemimpinan Bupati H. Erwin Burase dan Wakil Bupati H. Abdul Sahid.
“Sejak diprogramkan pada 2025, layanan ambulans jenazah gratis masih terus berjalan dan dimanfaatkan masyarakat,” ujar Irwan di Parigi, Sabtu (24/1/2026).
Menurutya, program tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam meringankan beban biaya di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala akibat belum meratanya pemahaman petugas terhadap mekanisme pelayanan.
Salah satu kasus yang menjadi perhatian adalah peristiwa jenazah bayi milik Esna, warga Desa Bondoyong, Kecamatan Sidoan, yang sempat menjadi sorotan di media sosial. Ia menjelaskan, kejadian tersebut dipicu oleh miskomunikasi antara petugas kesehatan dan keluarga pasien.
Irwan menegaskan, jenazah bayi yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) tetap dapat menggunakan layanan ambulans jenazah gratis dengan memanfaatkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) orang tua, khususnya ibu yang berdomisili di Kabupaten Parigi Moutong.
“Jenazah bayi tetap bisa dilayani menggunakan KTP ibunya. Ini yang belum dipahami secara utuh oleh petugas saat itu,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, RSUD Anuntaloko telah memanggil dan memberikan pembinaan kepada petugas yang bersangkutan. Selain itu, rumah sakit akan memasang pamflet berisi prosedur layanan ambulans jenazah gratis di setiap ruang rawat inap sebagai media informasi bagi petugas dan masyarakat.
RSUD Anuntaloko juga berencana menjalin kerja sama dengan pengelola ambulans bantuan di Kecamatan Parigi dan wilayah sekitarnya guna mengantisipasi keterbatasan armada operasional.
“Saat ini kami hanya memiliki lima unit ambulans. Jumlah ini masih terbatas, jika ada banyak pasien rujukan ke Palu atau terjadi kasus meninggal dunia secara bersamaan,” ungkapnya.
Irwan yang juga menjabat sebagai Kepala Bappelitbangda Parigi Moutong mengimbau seluruh rumah sakit daerah dan puskesmas, untuk aktif menyosialisasikan program ambulans pengantaran jenazah gratis.
Ia pun mengimbau setiap fasilitas kesehatan perlu menyediakan papan informasi, agar masyarakat mengetahui hak dan tata cara memperoleh layanan tersebut.
“Kalau petugas belum sepenuhnya memahami, setidaknya masyarakat bisa mengetahui haknya melalui papan informasi,” tuturnya.
Ia kembali menegaskan bahwa seluruh warga yang memiliki KTP berdomisili Kabupaten Parigi Moutong, berhak memanfaatkan layanan ambulans pengantaran jenazah gratis.
“Jika jenazah masih bayi yang tentunya belum memiliki identitas kependudukan, maka pelayanan tetap dapat diberikan dengan menggunakan KTP orang tua, khususnya ibu, sebagai dasar administrasi,” pungkasnya. (AL)








