banner 728x250

Amura Buka Penggalangan Dana Selamatkan Nasib 19 Anak Pedalaman Toribulu

Tampak para siswa SD Terpencil Sitti Masytha yang berada di pedalaman Kecamatan Toribulu, saat sedang mengikuti kegiatan belajar. Foto: Dok. Amura Parigi Moutong

PARIMO, LENSA JURNAL – Askara Muda Nusantara Indonesia (Amura) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, membuka open donasi untuk membantu pembangunan kembali SD Terpencil Sitti Masytha yang berada di pedalaman Kecamatan Toribulu, tepatnya di Dusun 5 Simbulangan (Sirombiu), Desa Toribulu.

Relawan Amura Parigi Moutong, Bella Safira mengatakan bahwa langkah tersebut diambil untuk menyelamatkan pendidikan 19 anak yang selama ini belajar di bangunan sekolah yang hampir roboh.

banner 728x250

“Penggalangan dana ini kami lakukan setelah melihat langsung kondisi fisik sekolah yang sangat memprihatinkan,” ujar Bella di Parigi, Jumat (28/11/2025).

Ia menjelaskan, selain jauh dari kata layak, bangunan yang saat ini digunakan juga membahayakan keselamatan para siswa.
Untuk itu, donasi ini menjadi langkah mendesak guna memastikan anak-anak tetap dapat belajar di tempat yang layak dan aman.

“Open donasi ini kami buka untuk mengajak semua pihak agar dapat berkontribusi membangun sekolah yang lebih layak bagi anak-anak di SD Terpencil Sitti Masytha,” ungkap Bella.

Ia menerangkan, adapun tata cara untuk menyalurkan donasi dapat dilakukan melalui akun Instagram resmi @askaramuda.parimo atau mengklik tautan bit.ly/Opendonasisekolah serta menghubungi kontak 0858-2524-8887.

Bella juga menjelaskan bahwa SD Terpencil Sitti Masytha berada di bawah Yayasan Sitti Masytha, namun yayasan tersebut kini dilaporkan tidak lagi aktif. Akibatnya, kegiatan belajar-mengajar berjalan tanpa dukungan lembaga resmi.

Tentunya, kondisi ini membuat pembangunan sekolah tidak dapat dilakukan melalui jalur kelembagaan, sehingga membutuhkan kerja sama masyarakat dan relawan.

Ia pun menuturkan, bahwa kondisi sekolah saat ini jauh dari standar kelayakan. Sebab, gedung yang hanya berukuran sekitar 4×5 meter itu berdiri tanpa fondasi, bahkan hanya ditopang kayu yang ditancapkan ke tanah.

“Selain itu, untuk dindingnya hanya ditutupi terpal. Sementara, atap seng bekas mulai berjatuhan ketika diterpa angin. Kemudian, lantainya pun masih berupa tanah. Fasilitas belajar seperti meja, kursi, dan alat tulis sangat terbatas,” beber Bella.

Ia juga mengungkapkan bahwa keterbatasan itu membuat 19 siswa harus belajar berdesakan. Bahkan, siswa kelas 5 dan 6 kerap dipindahkan ke musala setempat untuk melanjutkan kegiatan belajar.

“Dengan ruang kelas sempit seperti itu, anak-anak tidak dapat belajar secara nyaman dan aman,” jelas Bella.

Untuk membangun gedung baru yang layak, Amura Parigi Moutong membutuhkan dana sebesar Rp87 juta berdasarkan perencanaan anggaran yang telah disusun. Meski menerima semua bentuk bantuan, namun fokus utama saat ini adalah pengumpulan dana agar pembangunan dapat segera dimulai.

Sebelumnya, kata Bella, bahwa Amura Parigi Moutong telah beberapa kali melakukan musyawarah dengan masyarakat setempat. Dalam pertemuan itu, warga menunjukkan dukungan penuh dan bersedia terlibat langsung dalam pembangunan, mulai dari tenaga kerja hingga pengawasan.

Bahkan, Pemerintah Desa Toribulu bersama masyarakat Dusun Sirombiu juga menyediakan lokasi tanah hibah untuk tempat pembangunan sekolah baru.

“Warga sangat antusias. Mereka langsung menunjukkan lokasi tanah hibah yang siap digunakan,” kata Bella.

Dikesempatan yang sama, Leader Amura Parigi Moutong, Agus juga menambahkan bahwa donasi juga dapat diantar langsung ke posko sementara Amura di Desa Bambalemo, Kecamatan Parigi.

“Kami berharap informasi open donasi ini dapat menyebar lebih luas, sehingga semakin banyak pihak yang berpartisipasi,” imbuhnya.

Agus mengungkapkan bahwa pihaknya menargetkan dana tersebut dapat terkumpul hingga akhir Desember 2025, agar pembangunan sekolah dapat dimulai pada awal 2026.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada para donatur yang telah memberikan bantuan.

“Kami sangat berterima kasih atas segala dukungan, baik berupa dana maupun bantuan lainnya. Semoga semua kebaikan ini mendapat balasan dari Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Agus. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *