banner 728x250

ISL Dukung Morowali Rumuskan Strategi Ekonomi Rakyat 2030

ISL Dukung Morowali Rumuskan Strategi Ekonomi Rakyat 2030
Ketua DPW PEKNAS Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo (ISL). Foto: IST

PARIMO, LENSA JURNAL – Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menegaskan komitmennya menuju transformasi ekonomi kerakyatan 2030 melalui pelaksanaan Rapat Kerja Daerah dan Bimbingan Teknis Penguatan Ekonomi Kerakyatan Nasional (Rakerda PEKNAS). Dua agenda tersebut rencananya akan berlangsung di Bungku, Morowali pada Minggu (30/11/2025).

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat arah kebijakan daerah berbasis potensi lokal, menarik investasi berkualitas, serta memastikan program pembangunan berjalan terukur.

banner 728x250

Ketua DPW PEKNAS Sulawesi Tengah, Isram Said Lolo (ISL) menyampaikan dukungan penuh untuk memastikan agenda besar ekonomi rakyat Morowali berjalan sesuai visi. Menurutnya, Rakerda hadir sebagai ruang strategis untuk mengevaluasi capaian sebelumnya, sekaligus merumuskan langkah baru yang lebih presisi dan relevan dengan tantangan daerah.

“Investor kuat dan ekonomi kerakyatan unggul adalah dua sisi mata uang yang tak terpisahkan dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan,” ujar ISL di Parigi, Rabu (26/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa penguatan ekonomi rakyat membutuhkan kolaborasi yang menyeluruh. Sebab, tanpa sinergi lintas sektor mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga ekonomi hingga masyarakat, maka kebijakan yang dirumuskan rentan berhenti sebagai dokumen tanpa implementasi.

“Melalui kolaborasi pemerintah daerah, pelaku usaha, lembaga ekonomi, dan masyarakat, kita harus menghasilkan program konkret, terukur, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat Morowali,” tegasnya.

Rakerda tahun ini mengusung tema besar ‘Mengokohkan Kedaulatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Potensi Daerah, Menuju Morowali Mandiri dan Berdaya Saing Nasional.’ Dengan visi ‘Morowali 2030: Investor Kuat, Ekonomi Kerakyatan Unggul, UMKM Berkelanjutan dan Berdaya Saing Global.’

Tema dan visi tersebut disiapkan sebagai pedoman transformasi pembangunan Morowali dalam satu dekade ke depan. Dalam pembahasan nantinya, forum ini memusatkan perhatian pada lima sasaran utama. Diantaranya, merumuskan kebijakan penguatan ekonomi kerakyatan, memetakan potensi lokal, memperkuat sinergi pemerintah–investor–UMKM, menyusun program PEKNAS 2026–2027, serta meningkatkan daya saing melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara untuk target yang ingin dicapai, meliputi penyusunan roadmap ekonomi kerakyatan Morowali, penguatan kolaborasi kelembagaan, penetapan program prioritas yang terukur, peningkatan kapasitas peserta, hingga komitmen bersama menuju Morowali mandiri dan sejahtera.

ISL menerangkan, selain merumuskan strategi, Rakerda tersebut juga menjadi momentum memperluas jejaring kemitraan antar pemangku kepentingan. Adapun hasil forum nantinya mencakup dokumen rencana kerja 2025–2026, rekomendasi kebijakan terarah, serta peluang kerja sama lintas sektor yang memperkuat pondasi ekonomi rakyat di Morowali.

“Rakerda ini bukan hanya seremonial, tetapi penegasan komitmen bahwa ekonomi rakyat harus menjadi pusat agenda pembangunan Morowali ke depan,” pungkas ISL. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *