banner 728x250

Parigi Moutong Bidik Peran di Industri Durian Dunia

Parigi Moutong Bidik Peran di Industri Durian Dunia
Ketua Apdurin Kabupaten Parigi Moutong, Hengky Idrus. Foto: IST

PARIMO, LENSA JURNAL – Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melalui Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) mulai memantapkan posisinya untuk mengambil peran strategis dalam industri durian dunia.

Ketua Apdurin Parigi Moutong, Hengky Idrus mengatakan bahwa upaya tersebut sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan (Zulhas), yang menegaskan jika Indonesia layak menjadi negara durian dunia berkat produksi dan keragaman varietas yang tidak tertandingi.

banner 728x250

“Apa yang dipaparkan Menteri Zulhas bukan sekadar optimisme, tetapi didukung data kuat,” ungkap Hengky kepada media di Parigi, Senin (17/11/2025).

Ia menerangkan bahwa produksi durian nasional yang mencapai 1,96 juta ton pada 2024 menempatkan Indonesia sebagai produsen terbesar di kawasan, sekaligus menjadi negara dengan ragam varietas durian paling kaya di dunia.

“Dengan produksi hampir dua juta ton, Indonesia memang layak menjadi negara durian dunia. Kita unggul dalam jumlah, varietas, dan budaya,” imbuhnya.

Menurut Hengky, Parigi Moutong kini berada pada fase kesiapan menuju rantai ekspor global. Hal tersebut ditandai dengan semakin stabilnya kualitas buah lokal, luasan kebun terus berkembang, dan kapasitas petani sudah mengarah pada standar pasar internasional.

“Durian kita sudah siap ekspor. Dari sisi kualitas buah, luasan kebun, hingga kesiapan petani. Kita siap menjadi kekuatan baru durian Indonesia di pasar dunia,” ujarnya.

Ia pun menyebut bahwa pihaknya saat ini sedang fokus memetakan varietas lokal unggul untuk masuk dalam rantai produksi modern. Upaya itu nantinya, dilaksanakan melalui program pendampingan petani dan peningkatan mutu yang akan dikolaborasikan bersama Apdurin pusat. Tujuannya, guna memastikan competitiveness (daya saing) durian Parigi Moutong di pasar internasional.

Hengky menekankan bahwa durian bukan hanya komoditas buah, melainkan identitas budaya Nusantara. Lebih dari itu, durian juga telah menjadi sumber penghidupan jutaan petani di Indonesia, termasuk di Parigi Moutong.

“Durian adalah identitas Nusantara dan penopang ekonomi masyarakat. Apa yang disampaikan Pak Zulhas sangat sesuai dengan kondisi lapangan,” kata ia.

Berdasarkan data Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Hengky menyebut bahwa Indonesia memiliki 21 dari 27 spesies durian dunia serta 114 varietas unggul yang telah terdaftar hingga 2024. Tentunya, keragaman ini menjadi kekuatan utama Indonesia dalam menghadapi persaingan global.

“Malaysia boleh terkenal dengan Musang King, tetapi Indonesia memiliki kekuatan yang sesungguhnya. Baik keragaman varietas dan luasnya kawasan budidaya,” jelasnya.

Sebagai langkah konkret ke depan, ia menegaskan komitmen Apdurin Parigi Moutong untuk siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam memperkuat branding Durian Nusantara melalui standardisasi produksi, peningkatan kualitas buah, hingga perluasan pasar ekspor, khususnya untuk durian segar maupun produk olahan.

“Kami di Parigi Moutong siap bergerak. Petani siap, kebun siap, dan sistem pendukung sedang kami bangun. Ini momentum besar bagi Indonesia. Dan Parigi Moutong, siap mengambil bagian penting di dalamnya,” pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *