banner 728x250

PMI Parimo Salurkan Bantuan Kebakaran Asram Mahasiswa di Palu 

PMI Parigi Moutong salurkan bantuan pasca kebakaran yang melanda asrama mahasiswa Parimo di jalan Yojokodi, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (17/11/2025). (Dok. Diskominfo Parimo)

PALU, LENSA JURNALPalang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parigi Moutong salurkan bantuan pasca kebakaran yang melanda asrama mahasiswa Parimo di jalan Yojokodi, Palu, Sulawesi Tengah, Senin (17/11/2025).

Berbagai bantuan diserahkan langsung oleh ketua PMI Kabupaten Parimo, Hestiwati Nanga usai meninjau langsung lokasi kebakaran yang melanda asrama mahasiswa Parimo pada Kamis 13/11/2025.

banner 728x250

Kedatangan Ketua PMI beserta rombon disambut hangat oleh mahasiswa dan masyarakat yang terdampak.

Hestiwati mengatakan, dampak kebakaran cukup memprihatinkan sehingga bantuan harus segera diberikan.

Olehnya, PMI bekerja sama dengan Dinas Sosial hadir untuk memastikan kebutuhan mendesak para korban dapat segera terpenuhi. 

“PMI bekerjasama dengan Dinas Sosial melihat langsung serta menyalurkan kebutuhan sandang pangan dan obat-obatan,” ujar Hestiwati usai membagikan bantuan.

Ia menyebut, Pemerintah Parimo melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan sembako, sementara PMI melengkapi kebutuhan dengan paket obat-obatan hingga hygiene kit.

“Dalam paket sembako, kita juga memberikan obat seperti penurun panas untuk anak-anak, alat mandi, sabun cuci pakaian, dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi 23 paket sandang, 21 paket hygiene kit, 21 paket sembako, hand sanitizer, dan masker.

Hestiwati turut memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap sabar dan tegar menghadapi musibah ini. 

“Tetap kuat, jangan berputus asa. Semua manusia pasti mendapatkan cobaan. Intinya selalu berikhtiar agar Allah memberikan yang lebih baik lagi, Aamiin,” imbuhnya.

Selain itu, ia juga mengajak para ibu, mahasiswa, dan warga sekitar untuk mengikuti kegiatan trauma healing serta memberikan edukasi terkait penggunaan obat-obatan yang benar.

Masyarakat terdampak berharap agar pemerintah dapat segera melakukan rehabilitasi atau pembangunan ulang asrama, sehingga aktivitas mereka dapat kembali berjalan normal. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *