PARIMO, LENSA JURNAL – Direktur Ketersediaan Pangan pada Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia, Indra Wijayanto melakukan kunjungan kerja ke Gudang Bulog Desa Tolai, Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Selasa (11/11/2025).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas beras bantuan pangan yang akan disalurkan kepada masyarakat kurang mampu di wilayah Parigi Moutong.
Dalam peninjauan itu, Indra didampingi oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, perwakilan anggota DPRD, serta unsur Polres Parigi Moutong. Rombongan secara langsung memeriksa kondisi fisik beras, mulai dari tampilan visual hingga standar berat, sebelum didistribusikan kepada masyarakat penerima manfaat.
“Hari ini kami bersama jajaran Pemerintah Daerah melakukan pengecekan mutu terhadap beras bantuan pangan yang akan dibagikan kepada masyarakat,” kata Indra kepada wartawan di Parigi.
Ia menegaskan bahwa pengecekan tersebut dilakukan secara ketat dengan menerapkan dua metode, yakni visual dan penimbangan. Tujuannya, untuk memastikan seluruh bantuan telah sesuai standar nasional. Dari hasil pemeriksaan beras yang akan disalurkan, Indra menilai telah memenuhi standar yang ditentukan.
“Rata-rata beratnya memenuhi standar di atas 10 kilogram, warnanya putih, dan kondisi fisiknya layak dikonsumsi,” ungkapnya.
Menurut Indra, peninjauan lapangan merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas dan keamanan pangan, khususnya bagi masyarakat yang menjadi penerima bantuan. Ia menegaskan bahwa bantuan pangan tidak hanya sekadar disalurkan, tetapi harus melalui proses verifikasi kualitas yang ketat.
“Kami ingin memastikan beras yang diterima benar-benar layak dimasak dan dikonsumsi oleh penerima manfaat. Tadi sudah kita lihat bersama, kualitasnya cukup baik,” tuturnya.
Ia pun menekankan pentingnya pengawasan terhadap standar kualitas dan ketepatan timbangan pada setiap penyaluran bantuan pangan. Pemerintah, kata Indra, ingin menjamin bahwa masyarakat mendapatkan haknya secara penuh tanpa mengurangi kualitas dan kuantitas yang ditetapkan.
“Melalui sinergi antara Bapanas dan Pemkab Parigi Moutong, kami berharap pendistribusian bantuan pangan dapat berjalan tepat mutu, tepat timbangan, dan tepat sasaran. Dengan begitu, manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat serta dapat memperkuat ketahanan pangan daerah,” tutupnya. (AL)







