banner 728x250

Lemusa Disiapkan Jadi Sentra Peternakan Sapi Perah

Lemusa Disiapkan Jadi Sentra Peternakan Sapi Perah
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase. Foto: Lensajurnal/Aid Lumpati

PARIMO, LENSA JURNAL Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terus memperkuat arah pembangunan berbasis sektor pertanian dan peternakan di wilayahnya. Salah satu langkah strategis yang kini tengah disiapkan, yaitu pengembangan kawasan peternakan sapi perah di Desa Lemusa, Kecamatan Parigi Selatan.

Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase menuturkan bahwa pengembangan sektor peternakan tersebut merupakan bagian dari rencana besar Pemerintah Daerah (Pemda), untuk menciptakan pusat ekonomi baru diluar sektor pertambangan, khususnya di wilayah selatan Parigi Moutong.

banner 728x250

“Kita konsentrasi dari Kasimbar hingga Tinombo Selatan, termasuk Lemusa dan Sausu. Lemusa akan kita jadikan sebagai pusat agrobisnis atau kawasan peternakan sapi perah,” ujar Bupati saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (30/10/2025).

Menurutnya, wilayah Lemusa memiliki potensi lahan dan kondisi geografis yang ideal untuk pengembangan peternakan sapi perah. Olehnya, Pemda akan menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, seperti sistem pengairan, pakan hijauan, serta fasilitas pengolahan susu segar. Dengan begitu, kawasan tersebut tumbuh sebagai sentra peternakan modern.

“Kita sedang mempersiapkan kawasan peternakan di Lemusa. Realisasinya akan dilakukan dalam waktu dekat,” jelasnya.

Bupati juga menegaskan bahwa kawasan yang direncanakan sebagai lokasi peternakan tidak boleh tumpang tindih dengan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Jika kawasan Lemusa ada yang masuk dalam peta WPR, maka pemerintah akan mengusulkan pencabutan status tersebut.

“Kalau memang itu masuk dalam wilayah WPR, saya minta dikeluarkan. Bukan wilayahnya yang dihapus, tapi status WPR nya yang dicabut,” tegas Bupati.

Selain sektor peternakan, Pemkab Parigi Moutong juga tengah menjajaki kerja sama dengan Kementrian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, untuk membangun kawasan industri lokal berbasis komoditas unggulan daerah. Komoditas yang menjadi fokus pengembangan itu meliputi kakao, kelapa, durian, dan tambak udang, yang selama ini menjadi penopang ekonomi masyarakat.

“Selama ini komoditas kita dijual mentah ke luar. Kita tidak dapat apa-apa. Kalau industri berdiri di sini, maka hasilnya bisa dinikmati masyarakat,” ungkapnya.

Bupati juga mengatakan, melalui langkah hilirisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah produk daerah, menciptakan lapangan kerja baru, sekaligus memperbesar Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor non-tambang.

Ia pun menekankan, bahwa arah pembangunan Parigi Moutong ke depan, harus berpihak pada masyarakat dan lingkungan. Dengan pengembangan sektor peternakan dan industri berbasis komoditas lokal, Bupati Erwin optimistis, Parigi Moutong bisa tumbuh menjadi pusat ekonomi mandiri di pesisir timur Sulawesi Tengah.

“Kita ingin Parigi Moutong dikenal bukan karena tambangnya, tapi karena pertanian, peternakan, dan industrinya yang maju. Kalau ini berjalan, masyarakat lah yang akan merasakan manfaatnya,” pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *