banner 728x250

Pimpin PMI Parimo, Hestiwati Optimis Bisa Capai 9 Ribu Kantong Darah

Pimpin PMI Parimo, Hestiwati Optimis Bisa Capai 9 Ribu Kantong Darah
Ketua PMI Parimo, Hj. Hestiwati Nanga (tengah), didampingi Ketua PMI Sulteng, Hidayat Lamakarate (kiri) dan Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Parigi Moutong, Ir. Lewis (tengah) saat melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara PMI dan Pemda Parigi Moutong, terkait pelaksanaan donor darah dan program kemanusiaan, Minggu (26/10/2025). Foto: IST

PARIMO, LENSA JURNAL Hj. Hestiwati Nanga resmi memimpin Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, periode 2025–2030. Kepemimpinan baru ini membawa semangat perubahan dengan fokus memperkuat aksi kemanusiaan, penanggulangan bencana, serta peningkatan pelayanan donor darah yang masih menghadapi tantangan besar di lapangan.

Dalam sambutannya usai pelantikan yang berlangsung di Lantai II Kantor Bupati Parimo, pada Minggu (26/10/2025), Hestiwati menegaskan tekadnya untuk memperkuat barisan relawan dan mendorong peningkatan ketersediaan darah di Parigi Moutong.

banner 728x250

Ia pun mengungkapkan, dari target 9.000 kantong darah per tahun, PMI Parimo baru mampu memenuhi sekitar 800 kantong. Tentunya, kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar yang akan menjadi prioritas utama dalam masa kepemimpinannya.

“PMI Parimo akan terus memperkuat relawan dan meningkatkan ketersediaan darah. Dari target 9.000 kantong per tahun, baru sekitar 800 kantong yang terpenuhi. Ini menjadi tantangan besar bagi kami,” ujar Hestiwati, Minggu.

Dalam arah kebijakannya, Hestiwati menyoroti pentingnya pembangunan Unit Donor Darah (UDD) di Parigi Moutong. Rencana strategis tersebut kini memasuki tahap perencanaan dan memerlukan dukungan kuat dari pemerintah daerah serta mitra terkait.

“Keberadaan UDD, akan menjadi langkah penting untuk mewujudkan pelayanan donor darah mandiri dan berkelanjutan di wilayah Parigi Moutong,” ujarnya.

Sementara dikesempatan yang sama, Ketua PMI Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate, turut memberikan apresiasi terhadap semangat pengurus baru PMI Parimo. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat pelayanan kemanusiaan di daerah.

“Ketersediaan darah bukan hanya tanggung jawab PMI, tetapi menjadi tanggung jawab bersama masyarakat dan pemerintah daerah,” ujar Hidayat.

Ia juga mengatakan, dengan semangat baru di bawah kepemimpinan Hj. Hestiwati Nanga, PMI Parimo diyakini memiliki tekad untuk memperkuat jaringan relawan, meningkatkan kemandirian layanan darah, dan memperluas jangkauan aksi kemanusiaan.

“Saya berharap, segala upaya yang dilakukan ke depan dapat menjadi tonggak penting bagi PMI Parigi Moutong untuk hadir lebih sigap, profesional, dan berdaya guna bagi masyarakat di Bumi Parigata,” pungkas Hidayat.

Kegiatan pelantikan turut dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Sekretariat Daerah Parigi Moutong, Ir. Lewis, yang mewakili Bupati Parigi Moutong. Dalam kesempatan tersebut, ia membuka secara resmi Musyawarah Kerja PMI Parigi Moutong, serta menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara PMI dan Pemerintah Daerah terkait pelaksanaan donor darah dan program kemanusiaan.

Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus PMI Parimo tersebut, diawali dengan pembacaan Surat Keputusan oleh Sekretaris PMI Provinsi Sulawesi Tengah, Sukri. Kemudian, dilanjutkan dengan prosesi pelantikan oleh Ketua PMI Provinsi Sulawesi Tengah, Hidayat Lamakarate.

Kepemimpinan Hestiwati merupakan hasil Musyawarah Kabupaten (Muskab) ke-V PMI Parimo yang digelar pada Agustus 2025 lalu. Dalam forum tersebut, ia terpilih secara aklamasi sebagai ketua untuk masa bakti lima tahun ke depan. Terpilihnya Hestiwati disambut antusias oleh jajaran pengurus dan relawan PMI yang menaruh harapan besar terhadap arah baru organisasi kemanusiaan tersebut. (AF)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *