banner 728x250

Abrasi Terjang Empat Desa di Parigi Moutong

Abrasi Terjang Empat Desa di Parigi Moutong
Kondisi salah satu rumah warga yang rusak akibat abrasi pantai di Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (15/7/2026). FOTO: Dok. BPBD Parigi Moutong

PARIMO, LENSA JURNAL – Abrasi pantai akibat angin laut kencang disertai gelombang tinggi menerjang empat desa di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Rabu (15/7/2026) pagi.

Peristiwa tersebut mengakibatkan puluhan kepala keluarga terdampak, dua unit rumah mengalami kerusakan, serta merusak bibir pantai di sejumlah wilayah pesisir.

banner 728x250

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kabupaten Parigi Moutong, abrasi terjadi sekitar pukul 06.35 WITA. Informasi kejadian diterima BPBD pada pukul 07.51 WITA.

Empat desa yang terdampak yakni Desa Siavu, Desa Tinombo, dan Desa Ambason Mekar di Kecamatan Tinombo, serta Desa Pinotu di Kecamatan Toribulu. Hasil kaji cepat BPBD menyebutkan abrasi dipicu angin laut kencang yang memicu gelombang tinggi hingga mengikis bibir pantai dan daratan di kawasan pesisir.

Data sementara mencatat sebanyak 25 Kepala Keluarga (KK) di Dusun IV Desa Siavu terdampak. Di Desa Tinombo, tepatnya Dusun I, terdapat dua KK terdampak. Di Dusun I dan II Desa Ambason Mekar, tercatat sembilan KK terdampak. Sedangkan pendataan di Desa Pinotu yang meliputi Dusun V, VI, dan VII masih terus dilakukan oleh petugas.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian tersebut. Meski demikian, abrasi menyebabkan dua unit rumah mengalami kerusakan, masing-masing satu unit di Desa Tinombo dan satu lainnya di Desa Ambason Mekar.

Selain merusak rumah warga, abrasi juga mengakibatkan kerusakan pada bibir pantai. Di Desa Siavu, abrasi menggerus garis pantai sepanjang sekitar 12 meter, sedangkan di Desa Ambason Mekar kerusakan mencapai kurang lebih enam meter.

Merespons kejadian itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama aparat desa dan masyarakat setempat langsung melakukan asesmen untuk mendata dampak serta kebutuhan penanganan di lokasi terdampak.

BPBD Parigi Moutong menyebutkan bahwa pembangunan maupun perbaikan tanggul penahan ombak menjadi kebutuhan paling mendesak. Hal ini guna mencegah abrasi semakin meluas dan mengancam permukiman warga.

Hingga laporan terakhir, kondisi di lokasi bencana mulai berangsur membaik seiring air laut yang mulai surut. Namun, masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir tetap diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem yang sewaktu-waktu dapat terjadi. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *