banner 728x250

Erwin Instruksikan Perbaikan Darurat Pascabencana

Erwin Instruksikan Perbaikan Darurat Pascabencana
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase saat meninjau lahan poertanian terdampak banjir di Desa Dolago Padang Kecamatan Parigi Selatan, Senin (22/6/2026). FOTO: Aid Lumpati/Lensajurnal

PARIMO, LENSA JURNAL Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk segera melakukan perbaikan darurat terhadap infrastruktur yang rusak pasca diterjang gempa bumi dan banjir.

Instruksi tersebut disampaikannya saat meninjau lokasi persawahan yang terdampak banjir di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, Senin (22/6/2026). Erwin menekankan bahwa percepatan pemulihan pascabencana menjadi prioritas Pemerintah Daerah, terutama pada sektor infrastruktur, kebutuhan dasar masyarakat, dan penyelamatan lahan pertanian.

banner 728x250

“Perbaikan darurat ini dilakukan agar akses transportasi masyarakat tetap dapat dilalui sambil menunggu pembangunan permanen,” ujar Erwin.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, sebanyak 12 desa terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, dua desa sempat mengevakuasi warganya ke lokasi yang lebih aman. Namun, seluruh warga yang mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus terus dioptimalkan untuk mengantisipasi munculnya penyakit pascabanjir. Di sisi lain, Pemerintah Daerah, lanjutnya, memastikan kebutuhan dasar masyarakat, seperti pangan, sandang, dan air bersih, tetap terpenuhi.

“Bantuan pangan telah mulai disalurkan oleh Dinas Ketahanan Pangan. Pemerintah Daerah juga berkoordinasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Parigi Moutong untuk menyiapkan tangki dan penampungan air bersih bagi masyarakat di wilayah terdampak,” ungkapnya.

Ia kembali menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur menjadi perhatian utama Pemerintah Daerah, terutama fasilitas umum yang mengalami kerusakan. Seperti di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat, dua unit jembatan rusak dan membutuhkan penanganan segera.

“Saat ini satu unit alat berat telah bekerja di lokasi, tepatnya di Desa Dolago Padang, Kecamatan Parigi Selatan, guna menangani luapan air di pertemuan dua aliran sungai yang mengakibatkan kerusakan lahan pertanian sawah cukup luas,” tuturnya.

Ia pun menerangkan bahwa Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Palu akan menambah dua unit alat berat untuk mempercepat penanganan di lokasi terdampak.

“Kami terus mengoptimalkan penanganan di lapangan karena dampak kerusakan lahan pertanian cukup luas. Kondisi ini harus segera ditangani, apalagi cuaca masih berpotensi hujan,” pungkasnya. (AL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *