PARIMO, LENSA JURNAL – Komisariat Daerah (Komda) Alkhairaat Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah, melaksanakan Salat Sunnah Istisqa sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi kemarau panjang yang melanda wilayah itu.
Kegiatan yang digelar pada Jumat (6/2/2026) pagi di Kompleks Alkhairaat Parigi dan terbuka untuk seluruh umat Islam tersebut, dipimpin langsung Ustadz Rifyal Saputra selaku Imam dan bertindak sebagai Khatib, Ustadz H. Muhammad Nur Damar.
Salat Istisqa ini diikuti sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Parimo, pelajar madrasah tsanawiyah hingga aliyah, serta jamaah dari berbagai kalangan masyarakat.
Ketua Komda Alkhairaat Parimo, Adrudin Nur mengatakan bahwa seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan khidmat dan tertib.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian ibadah berjalan khidmat,” ujar Adrudin.
Adrudin mengungkapkan bahwa sejumlah wilayah di Kabupaten Parimo saat ini tengah diperhadapkan dengan kondisi kekeringan yang cukup serius. Hal itu dibuktikan, dengan terdampaknya lahan pertanian warga, sumber mata air, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa merupakan bentuk tanggung jawab bersama umat Islam dalam menyikapi kondisi alam yang terjadi.
“Salat Istisqa ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memohon rahmat Allah SWT, agar hujan segera diturunkan dan membawa keberkahan bagi Parigi Moutong,” ungkap Adrudin.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan Salat Istisqa tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Parigi Moutong bernomor B-119/Kk.22.9.3/BA.03.1/02/2026 tertanggal 4 Februari 2026 tentang imbauan menyikapi dampak kemarau berkepanjangan.
Surat edaran yang bersifat penting itu dilengkapi satu lembar lampiran berisi tata cara pelaksanaan Salat Istisqa dan ditandatangani langsung oleh Kepala Kemenag Parimo, H. As’at Latopada.
Dalam surat tersebut, Kemenag Parimo menegaskan bahwa Salat Istisqa merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon rahmat dan pertolongan Allah SWT agar diturunkan hujan. Yang tentunya, membawa keberkahan bagi daerah yang tengah dilanda kekeringan.
Melalui surat itu, Kemenag juga menginstruksikan seluruh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) di tingkat kecamatan untuk melakukan koordinasi pelaksanaan Salat Istisqa di wilayah masing-masing. Dengan melibatkan penyuluh agama, tokoh agama, serta masyarakat luas. Termasuk, mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan doa, memperbanyak istighfar, dan amal kebaikan. (AL)







