PARIMO, LENSA JURNAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, melaporkan terjadinya dua peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Parigi Barat, Sabtu (31/1/2026). Kebakaran tersebut masing-masing terjadi di Desa Jonokalora dan Desa Baliara.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai menyampaikan bahwa laporan karhutla diterima Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD pada Sabtu, 31 Januari 2026, sekitar pukul 13.04 Wita. Kebakaran pertama terjadi lebih awal di Desa Jonokalora, sekira pukul 12.56 Wita.
“Saat ini sejumlah wilayah, termasuk Parigi Moutong tengah mengalami musim kemarau disertai tiupan angin kencang. Kondisi ini membuat api cepat meluas ke area sekitar jika terjadi kebakaran,” ujar Rivai melalui pesan tertulisnya, Sabtu (31/1/2026).
Dalam peristiwa ini, Rivai memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun warga terdampak, termasuk hunian atau fasilitas umum lainnya. Namun, hasil pendataan sementara menyebutkan kebakaran menghanguskan areal perkebunan seluas kurang lebih 0,5 hektare.
Ia menjelaskan setelah menerima laporan, BPBD bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) segera melakukan pemadaman api dan kaji cepat di lokasi kejadian. Penanganan melibatkan Polsek Parigi, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, serta masyarakat setempat.
“Alhamdulillah, dengan kerja sama, api akhirnya berhasil dipadamkan,” ungkapnya.
Pada hari yang sama, Pusdalops BPBD Parigi Moutong kembali menerima laporan karhutla di Desa Baliara. Laporan diterima sekitar pukul 13.30 Wita, sementara kebakaran diperkirakan terjadi pukul 12.30 Wita. Upaya pemadaman dilakukan dengan melibatkan Damkar, TRC BPBD, dan masyarakat setempat. Hingga laporan akhir, situasi di Desa Baliara dinyatakan aman dan api berhasil dipadamkan.
BPBD Parigi Moutong mencatat bahwa dalam kejadian kebakaran di Desa Baliara tidak terdapat korban jiwa, kerusakan rumah, maupun fasilitas umum. Untuk lahan perkebunan dan pertanian yang terdampak, pendataannya masih terus dilakukan.
Rivai mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran di kedua desa tersebut belum diketahui. Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di tengah musim kemarau, serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
“Selalu hindari aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Karena 10 hari ke depan, wilayah Parigi Moutong masih berstatus mengalami kekeringan meteorologis dengan kategori waspada dan siaga. Ini berdasarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Dasarian I Februari 2026 oleh BMKG,” pungkasnya. (AL)







