PARIMO, LENSA JURNAL – Bupati Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, H. Erwin Burase mendorong percepatan kesiapan lahan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dengan memastikan seluruh lokasi yang akan dibangun berstatus clean and clear sebelum diserahkan kepada penyedia jasa.
Komitmen tersebut ditegaskannya saat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong melaksanakan serah terima lokasi pembangunan KNMP di Aula Lantai II Kantor Bupati setempat, Kamis (16/7/2026).
“Serah terima ini menjadi tahapan awal kita bersama dalam melaksanakan program strategis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, untuk membangun kawasan permukiman nelayan yang tertata, layak huni, dan produktif,” ujarnya.
Sebelumnya pada Rabu (15/7/2026), Bupati Parigi Moutong menerima audiensi Tim Survei KKP RI di ruang kerjanya. Dalam pertemuan tersebut, tim survei menyampaikan seluruh paket pekerjaan telah berkontrak dan penyedia jasa siap memulai pembangunan setelah proses penyerahan lokasi serta penyelesaian legalitas lahan.
Menanggapi hal itu, Erwin mengatakan bahwa dirinya telah menginstruksikan seluruh instansi teknis agar segera menuntaskan administrasi serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait lainnya. Tujuannya, agar seluruh lokasi pembangunan benar-benar siap sebelum diserahkan kepada kontraktor pelaksana.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada KKP RI yang telah menetapkan Parigi Moutong sebagai salah satu daerah penerima Program KNMP. Kepercayaan ini tentu akan kami manfaatkan untuk mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ungkapnya.
Erwin menjelaskan bahwa Program KNMP tidak hanya menghadirkan sarana dan prasarana, tetapi juga menjadi upaya strategis pemerintah dalam menciptakan kawasan permukiman nelayan yang layak huni, produktif, dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Dengan potensi garis pantai yang panjang dan sumber daya kelautan yang melimpah, Parigi Moutong dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan sektor perikanan. Karena itu, Erwin mengajak seluruh pemangku kepentingan mendukung pelaksanaan program agar berjalan tepat waktu, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Ia juga menegaskan komitmen Pemkab Parigi Moutong untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat, khususnya dalam mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar pembangunan daerah.
“Kami berharap program ini mampu menghadirkan kawasan pesisir yang lebih modern, sehat, bersih, dan aman. Sekaligus memperkuat ekonomi pesisir, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan,” imbuhnya.
Sementara dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Parigi Moutong, Nasir mengatakan bahwa Program KNMP merupakan kelanjutan dari tahap pertama yang dimulai pada 2025 di Desa Bolano, Kecamatan Bolano. Keberhasilan pelaksanaan tahap tersebut mendorong Pemerintah Daerah kembali mengusulkan delapan lokasi pembangunan pada 2026.
Usulan itu telah disetujui KKP RI dan kini memasuki tahap kontrak. Delapan lokasi pembangunan meliputi Desa Sama Bahari, Dusunan, Laemanta Utara, Tada, Sienjo, Pelawa Baru, Boyantongo, dan Sausu yang terbagi dalam empat paket pekerjaan.
“Namun, pada tahap serah terima lokasi, baru enam titik yang diserahkan kepada KKP. Satu lokasi lainnya masih menjalani proses verifikasi. Karena status lahannya belum memenuhi syarat clean and clear, sehingga berpotensi dialihkan ke lokasi lain yang lebih siap,” tuturnya.
Nasir menambahkan, setelah seluruh proses penyerahan lokasi selesai, KKP akan menyerahkan pekerjaan kepada kontraktor pelaksana.
Olehnya ia berharap, ke depan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi perangkat daerah, dan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pengelola kawasan terus diperkuat.
“Kesuksesan pelaksanaan program tentu membutuhkan sinergi yang kuat dari seluruh pihak. Sehingga hasil dari pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan pesisir,” pungkasnya. (AL)
