Butuh Kolaborasi Tekan AKI dan AKB

Butuh Kolaborasi Tekan AKI dan AKB
Sekkab Parigi Moutong, Zulfinasran (berdiri) saat menyampaikan sambutan pada rapat pertemuan dan evaluasi lintas program serta lintas sektor, berlansgung di Aula Hotel Anutapura Parigi, Senin (22/6/2026). FOTO: Aid Lumpati/Lensajurnal

PARIMO, LENSA JURNAL – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Zulfinasran mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi guna menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikannya saat membuka pertemuan dan evaluasi lintas program serta lintas sektor dalam upaya peningkatan capaian Antenatal Care (ANC) K6 dan persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) Tahun 2026, berlangsung disalah satu hotel di Parigi, Senin (22/6/2026).

“Penurunan AKI dan AKB menjadi salah satu prioritas Pemerintah Daerah, karena berpengaruh langsung terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta indikator pembangunan daerah lainnya,” ujar Zulfinasran.

Ia mengungkapkan, angka kematian bayi yang masih berada di atas 70 kasus harus menjadi perhatian serius. Penyebabnya perlu ditelusuri secara menyeluruh, termasuk keterkaitannya dengan percepatan penurunan stunting yang memerlukan kerja sama lintas sektor.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan aktif terhadap ibu hamil oleh tenaga kesehatan, kader, dan pemerintah desa. Termasuk, meminta agar dilakukan kunjungan langsung kepada ibu hamil yang tidak menjalani pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal. Dengan demikian, potensi risiko dapat dideteksi dan ditangani lebih dini.

Selain itu, Zulfinasran menyoroti pentingnya menjamin ketersediaan stok darah dan kemudahan akses rujukan bagi ibu hamil yang membutuhkan penanganan cepat. Menurutnya, penguatan layanan kesehatan melalui program home care, peningkatan layanan dasar, serta kesiapsiagaan menghadapi kondisi kegawatdaruratan harus terus dioptimalkan.

Dalam kesempatan tersebut, ia pun turut mendorong pembentukan satuan tugas maupun kelompok kerja penurunan AKI dan AKB diintegrasikan dengan struktur yang telah ada. Tujuannya agar pelaksanaan program lebih efektif, terarah, dan terkoordinasi.

“Saya mengajak seluruh pihak untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Hal ini sangat penting, karena merupakan bagian dari peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Parigi Moutong,” pungkasnya. (AL)

Exit mobile version