PARIMO, LENSA JURNAL – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menggelar gerakan bersama pengendalian harga pangan di desa (Gerbang Desa) sebagai upaya membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Kegiatan yang berlangsung di halaman Auditorium Kantor Bupati Parigi Moutong pada 17–18 Juni 2026 tersebut, menjadi bagian dari rangkaian peringatan satu tahun kepemimpinan Bupati H. Erwin Burase dan Wakil Bupati H. Abdul Sahid.
“Pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan, sekaligus meringankan beban pengeluaran masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok,” ujar Kepala Bidang Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Parigi Moutong, Rahmatia kepada wartawan di Parigi, Rabu (17/6/2026).
Ia mengatakan, program Gerakan Pangan Murah (GPM) bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat agar dapat membeli berbagai komoditas di bawah harga pasar. Dengan demikian, kebutuhan rumah tangga setiap hari tetap terpenuhi.
Adapun berbagai bahan pangan yang disediakan antara lain, beras kemasan 5 kilogram seharga Rp57.500 hingga Rp60.000 per karung, paket gula pasir 2 kilogram dan minyak goreng 1 liter seharga Rp40.000, gula pasir Rp14.000 per kilogram, telur ayam Rp40.000 per rak, minyak goreng INL kemasan 1,8 liter seharga Rp35.000, bawang merah Rp45.000 per kilogram, serta bawang putih Rp35.000 per kilogram.
Rahmatia pun menjelaskan, bahwa pihaknya telah menyiapkan stok pangan yang cukup selama pelaksanaan kegiatan. Meliputi sekitar 3 ton beras, 3 ton gula pasir, 2.000 liter minyak goreng, masing-masing 200 kilogram bawang merah dan bawang putih, serta 250 rak telur ayam.
Ia berharap, upaya ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam menjaga ketahanan pangan, mengendalikan harga kebutuhan pokok, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga. Sekaligus memastikan masyarakat memperoleh bahan pangan yang aman, tersedia, dan terjangkau,” pungkasnya. (BI)
