Sayutin Ingatkan Seleksi JPT Pratama Jangan Jadi Ajang Titipan

Sayutin Ingatkan Seleksi JPT Pratama Jangan Jadi Ajang Titipan
Wakil Ketua I DPRD Parigi Moutong, Sayutin Budianto. FOTO: Dok. Lensajurnal

PARIMO, LENSA JURNAL – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sayutin Budianto mengingatkan pelaksanaan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong tidak dijadikan ajang mengakomodasi kepentingan kelompok, kolega, maupun titipan pihak tertentu.

Ia menegaskan proses seleksi harus mengedepankan profesionalisme, objektivitas, dan integritas. Pernyataan itu disampaikan Sayutin guna menanggapi pelaksanaan seleksi terbuka JPT Pratama yang saat ini tengah dilakukan.

Menurutnya, jabatan strategis di lingkungan Pemerintah Daerah harus diisi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki kompetensi, rekam jejak, dan integritas, sehingga mampu menjalankan tugas pemerintahan secara profesional.

“Saya sangat mendukung pelaksanaan proses seleksi terbuka JPT Pratama yang mengedepankan penilaian objektif dan transparan tanpa intervensi pihak mana pun. Mudah-mudahan ini benar-benar dilaksanakan sesuai dengan pernyataan Bupati Parigi Moutong,” ujarnya kepada wartawan di Parigi, Sabtu (16/5/2026).

Sayutin menegaskan, proses seleksi tidak boleh dipengaruhi praktik suka dan tidak suka ataupun kepentingan kelompok tertentu. Menurutnya, jika hal itu terjadi, kepercayaan masyarakat terhadap hasil seleksi akan menurun.

“Jangan sampai seleksi ini menjadi ajang suka dan tidak suka serta mementingkan kelompok tertentu dan kroni-kroni tertentu. Yang harus dikedepankan adalah kualitas, profesional, berintegritas, dan mampu menjalankan amanah sebagai pimpinan,” katanya.

Ia juga menyoroti penerapan sistem manajemen talenta yang berbasis rekam jejak, kompetensi, dan kinerja ASN melalui aplikasi MyASN sesuai kebijakan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Menurutnya, sistem tersebut harus diterapkan secara konsisten tanpa dipengaruhi faktor kedekatan maupun kepentingan tertentu.

“Terkait sistem manajemen talenta yang berbasis rekam jejak, kompetensi, dan kinerja, saya menegaskan hal itu harus benar-benar dipatuhi. Jangan melihat kedekatan, kelompok, atau orang-orang tertentu. Sehingga, tidak menimbulkan persepsi yang tidak baik terhadap pelaksanaan seleksi terbuka JPT Pratama ini,” ungkapnya.

Ia menilai, seleksi yang dilaksanakan secara profesional akan menghasilkan pejabat yang mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Untuk itu ia berharap, seluruh pihak yang terlibat dalam proses seleksi tetap menjaga objektivitas dan transparansi sehingga menghasilkan pejabat yang benar-benar layak memimpin Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Kita semua menginginkan pembangunan di Kabupaten Parigi Moutong dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan rakyat,” pungkasnya. (AL)

Exit mobile version