Lantik 101 Kepsek, Erwin Tekankan Tanggung Jawab dan Integritas

Lantik 101 Kepsek, Erwin Tekankan Tanggung Jawab dan Integritas
Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase saat melantik 101 kepala sekolah bersama 26 pejabat fungsional dan 12 pejabat eselon III di Auditorium Kantor Bupati setempat Sabtu (2/5/2026). Foto: Roy Lasakka/Jurnallentera

PARIMO, LENSA JURNAL Sebanyak 101 kepala sekolah (kepsek) di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dilantik dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), berlangsung di Auditorium Kantor Bupati setempat, Sabtu (2/5/2026).

Ratusan kepala sekolah tersebut dilantik langsung oleh Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase bersamaan dengan pelantikan 26 pejabat fungsional dan 12 pejabat eselon III.

Dalam sambutannya, Erwin menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan tugas tambahan yang diberikan kepada seorang guru, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Ia juga menekankan bahwa dalam memberikan jabatan, dirinya memiliki tiga prinsip utama. Pertama, sesuai dengan ajaran agama Islam, tidak memberikan jabatan kepada orang yang terlalu menginginkan jabatan. Kedua, tidak memberikan jabatan kepada orang yang menolak ketika diberi amanah. Menurutnya, yang paling ideal adalah sosok yang berada di tengah-tengah.

“Jadi, yang kita harus ambil itu, di tengah-tengah. Diberikan jabatan orang itu siap dan tidak diberikan jabatan pun dia siap. Orang yang seperti itu, yang bagus. Karena orang seperti itu pasti penuh rasa tanggung jawab dalam bekerja,” ujar Erwin Burase.

Ia menambahkan, selain prinsip tersebut, pengisian jabatan juga harus tetap mengacu pada ketentuan yang telah diatur oleh kementerian terkait.

Menurutnya, jabatan kepala sekolah merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat, sama halnya dengan jabatan kepala daerah yang juga berfungsi sebagai pelayan publik, bukan sekadar atasan.

“Hal itu membutuhkan kerja keras dan semangat kebersamaan kita. Bagaimana kita harus memiliki rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing,” katanya.

Erwin juga menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah dan pejabat yang baru dilantik agar segera bekerja dan menjalankan tugas dengan optimal, mengingat waktu yang tersedia sangat terbatas.

Ia menegaskan bahwa sebagai kepala daerah, dirinya bersama Wakil Bupati Parigi Moutong memiliki tanggung jawab besar yang akan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, baik di dunia maupun di akhirat.

“Ditambah lagi, hal yang harus diperhatikan dalam melaksanakan tugas sangat banyak. Terlebih lagi wilayah kita sangat luas. Sehingga, tidak boleh terlena. Kegiatan-kegiatan seremonial diupayakan dikurangi,” tutur Erwin.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa setelah lebih dari satu tahun masa pemerintahannya, masih banyak hal yang perlu dibenahi di sektor pendidikan. Bahkan, masih terdapat sekolah yang kondisinya memprihatinkan, salah satunya SD Terpencil Bainaa Barat di Kecamatan Tinombo yang baru saja ia kunjungi.

Di sekolah tersebut, para siswa harus menyeberangi sungai setiap kali berangkat maupun pulang sekolah. Kondisi tersebut menjadi semakin sulit ketika musim hujan, karena siswa tidak dapat menyeberangi sungai akibat banjir.

“Ditambah lagi masih banyak sekolah-sekolah di Parigi Moutong yang belum tersentuh Makanan Bergizi Gratis (MBG). Banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” pungkasnya. (AL)

Exit mobile version