PARIMO, LENSA JURNAL — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi mulai dijalankan di Kelurahan Masigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, Sabtu (7/3/2026). Program yang dioperasikan Yayasan Master Berkah melalui dapur SPPG Masigi ini diharapkan mampu memperkuat pemenuhan gizi anak sekaligus memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
Ketua Yayasan Master Berkah, Hesti, menjelaskan bahwa program MBG merupakan kebijakan nasional yang diluncurkan pemerintah pusat pada 2025 di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari anak usia dini hingga pelajar tingkat SMA, termasuk santri, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Menurut Hesti, pelaksanaan program ini berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memastikan menu makanan disajikan sesuai dengan standar kebutuhan gizi yang telah ditetapkan.
Ia menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat bagi anak-anak, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda.
Selain manfaat kesehatan, program tersebut juga diyakini dapat memberikan efek ekonomi bagi masyarakat melalui keterlibatan pelaku usaha lokal dalam penyediaan bahan pangan.
“Program ini bukan hanya tentang makanan bergizi bagi anak-anak, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam rantai pasok, mulai dari petani, nelayan hingga pelaku UMKM,” jelas Hesti.
Ia menuturkan bahwa bahan baku makanan dalam program MBG akan diprioritaskan dari produksi lokal sehingga mampu mendorong perputaran ekonomi di tingkat desa.
Melalui peluncuran program ini di Kelurahan Masigi, pihak yayasan berharap keberadaan dapur SPPG dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di wilayah eks Kecamatan Parigi.
Kegiatan peluncuran tersebut turut dihadiri Sekretaris Kecamatan Parigi bersama sejumlah unsur pemerintah setempat yang memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi tersebut.
“Kami berharap program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan dan kecerdasan anak-anak, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat Parigi Moutong,” pungkas Hesti. (Rizky)
