PARIMO, LENSA JURNAL – Ratusan warga di Kecamatan Sidoan menyampaikan aspirasi terkait ancaman bencana banjir saat menghadiri reses yang dilaksanakan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Fadli di Desa Sipayo, Kamis (6/8/2026) malam.
Reses yang digelar legislator senior dari Partai PKS itu dihadiri Camat Sidoan, Kepala Desa Sipayo, Kepala Desa Lado, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemuda, perempuan, petani dan nelayan.
Dalam sesi dialog, warga Dusun I dan II Desa Sipayo meminta pemerintah daerah segera melakukan normalisasi sungai serta membangun tanggul bronjong. Usulan ini disampaikan sebagai langkah untuk mengurangi risiko luapan air yang mengancam permukiman warga ketika curah hujan meningkat.
Kekhawatiran terhadap bencana juga disampaikan warga Dusun I Desa Sipayo. Mereka meminta pembangunan bronjong di belakang SDK untuk melindungi kawasan sekolah dari ancaman abrasi dan kerusakan lingkungan.
Selain penanganan bencana, akses transportasi menjadi kebutuhan lain yang disoroti. Warga Dusun II Desa Sipayo mengusulkan perbaikan jalan desa serta rehabilitasi jembatan gantung yang selama ini digunakan sebagai jalur mobilitas masyarakat.
Di sektor pendidikan, pihak sekolah dan wali murid mengusulkan pembenahan fasilitas SD Sipayo. Kebutuhan tersebut mencakup pembangunan ruang kantor kepala sekolah dan guru, toilet, mushola serta penimbunan halaman sekolah.
Masyarakat juga menyampaikan kebutuhan fasilitas keagamaan. Diantaranya bantuan dana hibah untuk pembangunan masjid serta pembangunan pagar masjid di Dusun I dan II Desa Sipayo.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli turut memberikan dukungan terhadap pembangunan yang dilakukan secara swadaya. Ia menyatakan akan memberikan 30 sak semen dari dana pribadi untuk membantu pengerjaan Jalan Usaha Tani di Dusun I.
Fadli juga menyatakan kesediaannya membantu pengadaan atap yang layak untuk melanjutkan pembangunan Masjid Al-Amin di Dusun V. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungannya terhadap upaya masyarakat membangun fasilitas umum secara gotong royong.
Sementara di bidang pertanian dan ekonomi produktif, petani Dusun V mengusulkan bantuan bibit durian unggul untuk pengembangan perkebunan. Warga Dusun I juga meminta bantuan mesin chainsaw untuk mendukung kegiatan produktif kelompok masyarakat.
Fadli menegaskan seluruh aspirasi tersebut akan dicatat dan diperjuangkan melalui Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Parigi Moutong. Ia menyatakan kebutuhan masyarakat akan dikoordinasikan dengan OPD terkait agar dapat dipertimbangkan dalam program dan penganggaran daerah.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami kawal. Khusus persoalan banjir, sungai dan infrastruktur, kami akan berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, agar penanganannya dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan,” ujar Fadli.
Ia berharap hasil reses tidak berhenti sebagai catatan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui perencanaan pembangunan yang sesuai kebutuhan masyarakat Sidoan. (*/BI)
