Banjir Tahunan Terus Hantui Warga Gunung Sari

Banjir Tahunan Terus Hantui Warga Gunung Sari
Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, H. Mastulah saat berfoto bersama masyarakat seusai pelaksanaan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026, di Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Rabu (5/8/2026) malam. FOTO: Dok. Humas Setwan

PARIMO, LENSA JURNAL Banjir tahunan masih menjadi persoalan yang menghantui warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Bolano Lambunu, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Kondisi aliran sungai yang tidak optimal menyebabkan lebih dari 50 rumah warga di Dusun II terdampak banjir saat hujan deras.

Persoalan tersebut disampaikan warga Gunung Sari kepada Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, H. Mastulah saat melaksanakan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026, Rabu (5/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, warga meminta Pemerintah Daerah segera melakukan normalisasi sungai di Dusun II, Desa Gunung Sari sebagai langkah penanganan terhadap persoalan banjir yang terus berulang.

Normalisasi ini bertujuan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi risiko luapan sungai yang mengancam permukiman warga.

Selain penanganan sungai, masyarakat juga menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur lainnya. Perbaikan dan peningkatan Jalan Poros Wanamukti-Palapi menjadi salah satu aspirasi utama, karena jalur tersebut memiliki peran penting dalam menghubungkan wilayah sekaligus menunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Warga pun meminta pembenahan jalan lingkungan dan drainase desa. Dengan kondisi drainase yang belum optimal dinilai turut memperburuk genangan air ketika curah hujan meningkat. Karena itu, perbaikan infrastruktur tersebut diharapkan dapat dilakukan secara bersamaan dengan penanganan sungai.

Reses yang berlangsung di Desa Gunung Sari itu dihadiri Camat Bolano Lambunu, Kepala Desa Gunung Sari bersama Sekretaris Desa, Ketua BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta kelompok pengajian yasinan ibu-ibu. Aspirasi masyarakat dihimpun melalui dialog langsung dan lembar formulir yang disiapkan sekretariat DPRD.

Tidak hanya persoalan infrastruktur, warga turut menyampaikan kebutuhan fasilitas umum dan sosial. Diantaranya pembangunan Masjid Gunung Sari, perbaikan plafon, pemasangan paving block halaman masjid, alat permainan edukatif untuk PAUD, meja dan kursi bagi SD Inpres Gunung Sari serta tandon air bersih untuk fasilitas musala desa.

Kelompok perempuan juga mengusulkan bantuan karpet, kipas angin dan sound system untuk menunjang kegiatan pengajian yasinan. Sementara pemuda meminta dukungan seragam Remaja Islam Masjid (Risma), tiang gawang dan net voli untuk mendukung aktivitas olahraga di desa.

Menanggapi hal itu, Mastulah menegaskan akan mengawal aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan mendesak masyarakat, terutama penanganan banjir dan pembangunan infrastruktur. Ia menyatakan persoalan normalisasi sungai, Jalan Poros Wanamukti-Palapi serta jalan lingkungan Dusun II akan dikoordinasikan dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis.

“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik melalui dialog maupun formulir tertulis, telah dicatat untuk selanjutnya dirumuskan dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Parigi Moutong,” ujar Mastulah.

Ia berharap berbagai usulan yang disampaikan warga dapat menjadi bahan dalam penyusunan program pembangunan daerah. Khususnya, untuk mengatasi persoalan banjir yang selama ini berulang, serta memperbaiki akses dan fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat Gunung Sari. (*/AL)

Exit mobile version