Pansus DPRD Temukan Masalah Disejumlah Fasilitas RSUD Anuntaloko

Pansus DPRD Temukan Masalah Disejumlah Fasilitas RSUD Anuntaloko
Pansus LKPJ DPRD Parigi Moutong saat melakukan sidak di RSUD Anuntaloko Parigi, Senin (20/4/2026). FOTO: Dok. The Opini

PARIMO, LENSA JURNAL Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menemukan sejumlah persoalan pada fasilitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anuntaloko Parigi saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Senin (20/4/2026).

Temuan tersebut meliputi masalah sanitasi hingga lambannya penyelesaian renovasi ruang rawat inap yang dinilai berdampak terhadap pelayanan masyarakat.

Sidak dipimpin Ketua Pansus LKPJ DPRD Parigi Moutong, Mustakim Kono bersama anggota Pansus lainnya, yakni Lely Pariani, Arfan Sahar, Sammi, Sherly, I Ketut Mardika, Arnol Aholai dan Mohammad Irfain.

Mustakim mengatakan sidak dilakukan sebagai tindak lanjut atas keluhan masyarakat mengenai hasil pekerjaan toilet di RSUD Anuntaloko.

“Sidak ini bertujuan untuk memastikan kondisi fasilitas yang sebelumnya menjadi keluhan masyarakat di RSUD Anuntaloko,” ujar Mustakim.

Ia menuturkan, adapun hasil peninjauan di lapangan menunjukkan keluhan masyarakat tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, kata dia, Pansus menemukan sejumlah persoalan pada fasilitas sanitasi rumah sakit yang dinilai perlu segera mendapat perhatian.

Salah satu temuan berada di ruang nifas. Perbaikan toilet disebut hanya dilakukan pada bagian dalam, sementara instalasi pembuangan air tidak ikut dibenahi. Akibatnya, air dari toilet merembes hingga ke ruang pasien.

“Ini sangat buruk, karena menyebabkan air toilet merembet hingga ke ruangan pasien,” tegasnya.

Selain sanitasi, Pansus pun menemukan kondisi jaringan pipa air yang kurang baik. Persoalan tersebut mengakibatkan dua ruang rawat inap belum dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pelayanan pasien.

Selain itu, Pansus juga menyoroti lambannya penyelesaian renovasi satu los gedung rawat inap yang dikerjakan pada 2025. Hingga pelaksanaan sidak, pekerjaan tersebut belum rampung, padahal kebutuhan ruang perawatan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah pasien.

“Ini harus segera diselesaikan, karena pasien kita cukup membludak,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut perlu segera ditangani agar keterbatasan fasilitas tidak berdampak lebih jauh terhadap pelayanan kesehatan. Pembenahan sanitasi, jaringan air dan ruang rawat dinilai menjadi kebutuhan mendesak RSUD Anuntaloko.

Atas temuan tersebut, Pansus DPRD Parigi Moutong mendorong percepatan pembenahan fasilitas rumah sakit. Termasuk meminta Pemerintah Daerah dan pihak terkait lainnya untuk segera menindaklanjuti persoalan yang ditemukan. Tujuannya, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih baik.

Mustakim menegaskan, seluruh hasil sidak akan menjadi bahan pembahasan Pansus LKPJ. Temuan tersebut selanjutnya akan dituangkan dalam rekomendasi resmi yang ditujukan kepada pemerintah daerah.

“Dalam hasil kerja Pansus, kami akan menyusun rekomendasi yang akan ditujukan kepada pemerintah daerah,” pungkasnya. (*/AL)

Exit mobile version