PARIMO, LENSA JURNAL – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Bencana Non Alam Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria memperketat sistem pengawasan setelah tiga kasus baru ditemukan melalui kegiatan pemeriksaan darah massal di enam kecamatan wilayah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).
Langkah pengetatan ini dibahas dalam rapat evaluasi penanganan Siaga Darurat KLB Malaria yang berlangsung di Kantor BPBD Parigi Moutong pada Jumat (21/11/2025). Rapat tersebut dipimpin langsung Plt. Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai, bersama jajaran Satgas.
Dalam laporan Dinas Kesehatan, menyebutkan bahwa program pemeriksaan darah massal telah dimulai sejak Senin, 17 November 2025, dan akan terus berlangsung selama dua minggu.
Dimana, terdapat enam kecamatan yang menjadi prioritas dalam skrining ini. Yakni Moutong, Taopa, Bolano Lambunu, Bolano, Sidoan, dan Sausu.
Plt. Kepala BPBD Parigi Moutong, Rivai menjelaskan bahwa program tersebut bertujuan untuk mendeteksi dini kasus malaria, sekaligus mencegah perluasan penularan di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.
“Untuk pemeriksaan di dua kecamatan lainnya, yakni Ampibabo dan Sigenti belum dapat dimulai. Dikarenakan distribusi Rapid Diagnostic Test (RDT) dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah masih tertunda,” ungkap Rivai di Parigi, Jumat.
Ia menilai bahwa kondisi tersebut menjadi salah satu hambatan dalam pemerataan skrining di seluruh wilayah Kabupaten Parigi Moutong.
Selain hambatan distribusi, Satgas KLB juga menyoroti rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan pemeriksaan darah massal. Situasi serupa juga terjadi pada kelompok penambang di sejumlah lokasi tambang, di mana sebagian besar tidak bersedia turun ke area pemeriksaan.
“Tentunya, hal ini menyulitkan tim dalam menjangkau mereka,” ujar Rivai.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Satgas KLB berencana menerapkan metode pemeriksaan door to door agar seluruh masyarakat, termasuk kelompok dengan mobilitas tinggi, dapat terlayani.
Selain itu, tim skrining dari Dinas Kesehatan juga akan turun langsung ke lokasi tambang dengan menggandeng koordinator lapangan, untuk memastikan para penambang mengikuti pemeriksaan RDT.
Khusus di Kecamatan Sidoan, pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif jelang pelaksanaan MTQ tingkat kabupaten pekan depan. Seluruh kafilah dari berbagai kecamatan akan diwajibkan menjalani pemeriksaan RDT guna memastikan kegiatan keagamaan itu berlangsung aman dan bebas risiko penularan malaria.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tercatat tiga kasus malaria ditemukan pada enam kecamatan yang telah menjalani skrining. Masing-masing satu kasus berada di Kecamatan Moutong, Taopa, dan Sausu. Dua kasus di Moutong dan Taopa merupakan penularan lokal, sedangkan satu kasus di Sausu merupakan kasus impor dari luar daerah.
Olehnya, Satgas KLB Malaria menegaskan komitmennya untuk memperkuat pengawasan, mempercepat langkah penanganan, serta meningkatkan koordinasi lintas sektor.
“Upaya kolaboratif ini diharapkan mampu menekan penyebaran malaria dan memberikan perlindungan terbaik bagi masyarakat Parigi Moutong,” pungkas Rivai.
Tim Satgas Penanggulangan Bencana Non Alam KLB Malaria Kabupaten Parigi Moutong dipimpin oleh Sekretaris Daerah selaku Ketua, terdiri dari gabungan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah OPD).
Diantaranya BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Kominfo. (AL)
