Wamenkop UKM Puji Kesiapan Ekspor Durian Parigi Moutong

Wamenkop UKM Puji Kesiapan Ekspor Durian Parigi Moutong
Wamenkop UKM RI, Farida Farichah (tengah) saat meninjau buah durian yang di pamerkan di Pasar Tematik Eks Sail Tomini, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara pada Kamis (20/11/2025). Foto: IST

PARIMO, LENSA JURNALWakil Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Wamenkop UKM) Republik Indonesia, Farida Farichah memberikan pujian atas kesiapan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, dalam memasuki pasar ekspor khususnya untuk komoditas durian.

Pujian tersebut disampaikan Wamen Farida saat melakukan kunjungan kerja ke Parigi sekaligus meresmikan Pasar Tematik di lokasi Eks Sail Tomini, Desa Pangi, Kecamatan Parigi Utara, Kamis (20/11/2025). Dalam kesempatan itu, Wamen secara khusus mendorong gerakan nasional penanaman pohon durian melalui kampanye ‘Satu Pekarangan, Satu Pohon Durian‘.

“Gerakan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat ekosistem durian dari rumah tangga hingga skala industri,” ujarnya.

Wamenkop UKM Farida Farichah yang didampingi Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM Hi. Sofiana, menyampaikan pentingnya penguatan koperasi, akses permodalan, dan peningkatan kapasitas UMKM untuk menjaga keberlanjutan ekspor, serta menegaskan bahwa dukungan pemerintah pusat menjadi faktor kunci keberhasilan daerah.

Ia menilai,sebagai sentra durian strategis dan gerbang utama ekspor durian Montong ke Tiongkok, ekosistem durian Parigi Moutong yang terintegrasi dari hulu hingga hilir membuat daerah berjuluk ‘Songulara Mombangu’ semakin menonjol sebagai pusat produksi durian unggulan nasional.

Menurutnya, keterlibatan langsung masyarakat merupakan kunci untuk menjadikan Parigi Moutong sebagai sentra durian terkemuka sekaligus motor ekspor nasional.

“Kalau setiap rumah di Parigi Moutong menanam satu pohon durian, maka dalam lima sampai enam tahun ke depan, daerah ini akan menjadi salah satu lumbung durian terbesar di Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, Farida juga memuji keberanian Kabupaten Parigi Moutong mengambil posisi strategis dalam industri durian nasional. Di mana program desa 2 hektar durian diyakini dapat memperkuat rantai pasok dan meningkatkan daya saing varietas Montong.

“Saya sangat mengapresiasi bahwa Parigi Moutong sudah memiliki regulasi yang mengatur pengembangan durian. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah menyiapkan diri sebagai pusat ekonomi berbasis durian,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kadin Parigi Moutong, Faradiba Zaenong juga turut memaparkan sejumlah capaian strategis kepada Wamenkop UKM, serta menegaskan bahwa daerahnya telah resmi menjadi tuan rumah ekspor durian Indonesia–Tiongkok.

“Insyaallahpanen pekan depan, Parigi Moutong akan melaksanakan pengiriman ekspor perdana durian Indonesia ke Tiongkok dengan varietas Montong sebagai komoditas utama,” kata ia.

Bahkan, Faradiba juga memaparkan data terkini sektor durian Parigi Moutong, termasuk sarana pendukung yang menunjukkan pertumbuhan signifikan. Diantaranya sebanyak 114.103 pohon durian produktif dengan luas lahan 1.114 hektar, produksi 2024 mencapai 6.000 ton, dan perputaran ekonomi sebesar Rp700 miliar. Selain itu, juga terdapat 16 gudang packing house serta enam UMKM hilirisasi.

Faradiba menyampaikan dengankeberhasilan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi lokal, tetapi juga menempatkan Parigi Moutong sebagai pusat durian strategis Indonesia sekaligus inspirasi sektor pertanian berbasis ekspor.

“Parigi Moutong telah memiliki infrastruktur lengkap, mulai dari 16 packing house hingga UMKM hilirisasi. Kita benar-benar siap menjadi pusat ekspor durian Montong ke Tiongkok,” ujar Faradiba.

Sementara, Wakil Bupati Parigi Moutong H. Abdul Sahid menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap program pengembangan durian yang berlandaskan Peraturan Bupati Nomor 5 Tahun 2023 tentang Durian Parigi Moutong.

“Sejak tahun 2023, Pemkab Parigi Moutong telah menetapkan Perbup Nomor 5 sebagai dasar penguatan komoditas durian. Setiap desa diarahkan menyiapkan minimal dua hektar lahan untuk pengembangan durian berkelanjutan,” ujar Wabup Sahid.

Ia menerangkan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam mendorong ekonomi berbasis komoditas unggulan, dan mendukung kesiapan Parigi Moutong sebagai tuan rumah ekspor durian Indonesia–Tiongkok.

Olehnya, melalui gerakan ‘Satu Pekarangan, Satu Pohon Durian’ yang dikampanyekan Wamenkop UKM serta program ‘1 Desa 2 Hektar Durian’ berdasarkan Perbup 5/2023 diharapkan menjadi dua kekuatan besar yang saling melengkapi dalam memajukan sektor durian.

“Dengan regulasi yang kuat, dukungan pemerintah pusat, dan antusiasme masyarakat, saya optimis Parigi Moutong akan menjadi rumah besar durian Indonesia,” pungkasnya. (AL)

Exit mobile version