Sutoyo Soroti Jalan Rusak-Krisis Air Bersih di Moutong Tengah

Sutoyo Soroti Jalan Rusak-Krisis Air Bersih di Moutong Tengah
Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sutoyo saaat berswafoto bersama masyarakat usai reses di Desa Moutong Tengah, Kamis (24/4/2025). Foto: Dok. Staf Anleg Sutoyo

PARIMO, LENSA JURNAL – Anggota DPRD Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sutoyo melaksanakan kegiatan reses dan temu konstituen di Desa Moutong Tengah Kecamatan Moutong, Kamis (24/4/2025). Dalam kegiatan yang berlangsung penuh dialog tersebut, Sutoyo menyerap berbagai aspirasi masyarakat terkait layanan publik, infrastruktur, dan kebutuhan dasar warga di Daerah Pemilihannya (Dapil) IV.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Moutong Tengah, Ketua BPD, serta puluhan warga yang menyampaikan keluhan secara bergantian. Aspirasi paling dominan datang dari persoalan infrastruktur jalan, akses layanan kesehatan, kondisi jembatan rusak, serta krisis air bersih.

Salah satu keluhan utama warga adalah buruknya kondisi ruas jalan utama di pusat Kecamatan Moutong, seperti Jalan Borman, Tombolotutu, Sambaragi, hingga Cut Nyak Dien, yang diklaim tak pernah diperbaiki selama lebih dari 15 tahun. Bahkan, jalan menuju Dusun 1 Muara, di Desa Moutong Tengah, juga disebut sudah lama tak tersentuh perbaikan.

“Warga sudah terlalu lama menunggu perhatian. Jalan-jalan ini adalah urat nadi aktivitas masyarakat, tapi dibiarkan rusak bertahun-tahun,” ujar Sutoyo di hadapan peserta reses.

Selain itu, warga juga mengeluhkan layanan di Rumah Sakit Bulue Napoaye yang dinilai belum optimal meskipun sudah menyandang status rawat inap. Fasilitas belum memadai, tenaga medis terbatas, dan belum adanya dokter spesialis, membuat layanan BPJS tidak bisa berjalan maksimal, sehingga masyarakat masih harus dirujuk ke rumah sakit lain untuk layanan lanjutan.

“Ini ironis. Statusnya rumah sakit rawat inap, tapi warga tetap kesulitan berobat karena tidak ada dokter spesialis. Pemerintah daerah harus segera benahi ini,” tegas Sutoyo.

Selanjutnya, kondisi jembatan penghubung antara Desa Moutong Timur dan Moutong Tengah juga disorot. Jembatan tersebut merupakan jalur penting yang digunakan pelajar dan pedagang ikan setiap hari. Namun, kini kondisinya rusak berat dan berisiko membahayakan keselamatan.

“Kalau jembatan ini putus total, akan lumpuh akses antar desa. Pemerintah tak bisa tutup mata,” ucapnya.

Tak kalah penting, masalah air bersih melalui program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) juga dikeluhkan warga dari tiga desa, yaitu Moutong Timur, Moutong Tengah, dan Moutong Barat. Warga menyatakan distribusi air bersih tidak merata dan fasilitas yang ada belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh penduduk.

“Air bersih adalah hak dasar. Tapi hingga sekarang, SPAM belum dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh warga,” tambah Sutoyo.

Ia juga menyayangkan kurangnya tindak lanjut dari Pemerintah Daerah Parigi Moutong terhadap keluhan yang sudah berulang kali disampaikan dalam berbagai reses sebelumnya.

“Keluhan rakyat ini bukan baru pertama kali. Tapi respons pemda sangat minim. Ini mencerminkan lemahnya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah utara,” ujar politisi Dapil IV itu.

Dengan menyuarakan aspirasi langsung dari warga, Sutoyo berharap Pemerintah Daerah segera mengambil langkah nyata, bukan hanya janji. Dirinya berkomitmen akan membawa seluruh aspirasi tersebut ke forum resmi DPRD, agar menjadi bahan dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih merata dan berpihak pada masyarakat pelosok. (AF)

Exit mobile version